PEREDAM Bolsel Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa Sulbar

  • Whatsapp

Majene – editorial9 – Persatuan Relawan Muda Molibagu (PEREDAM) Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara mengirim bantuan bencana kepada korban gempa Sulawesi Barat. Minggu 21/20/21

Bantuan yang di berikan berupa uang tunai senilai Rp 5.000.000. yang Dipercayakan kepada Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) SULBAR untuk menyerahkannya lansung kepada para pengungsi.

Bacaan Lainnya

Koordinator bantuan Peredam Wiranto, menjelaskan awalnya bantuan tersebut akan disalurkan secara lansung oleh pihak Peredam, namun karena ada beberapa kendala akhirnya bantuan tersebut dipercayakan kepada LIAR Sulbar.

“Awalnya kami ingin mengirimkan relawan ke tiga titik yaitu Sulawesi Barat, Kalimantan selatan dan Sulawesi Utara, tapi tiba-tiba banjir melanda di Sulawesi utara jadi kami tidak terpenuhi jadi kami hanya mengirimkan uang tunai ke Sulbar”

Lanjut Wiranto menjelaskan bantuan tersebut sebagai upaya untuk saling membantu sebagai sesama makhluk sosial.

“Niat kami hanya satu yaitu mengisi kemanusiaan karna kami sebagai mahluk sosial juga pernah merasakan hal yang sama”

Total keseluruhan bantuan yang berikan adalah sebesar Rp. 5.000.000 yang dikirim lansung kepihak LIAR Sulbar.

“Saya mendorong bahwa seluruh bantuan yang diserahkan hari ini akumulatif yang sudah kita salurkan sebesar Rp 5.000.000 nilainya” tutur Wiranto.

Sementara itu, Koordinator posko bersama LIAR Sulbar dan GUSDURian Zulkifli mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan yang dipercayakan kepada mereka dan lansung menindak lanjuti bantuan dari Peredam tersebut

Zulkifli menjelaskan bantuan tersebut dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan dari para pengungsi, berdasarkan survey dari tim relawan Liar dan GUSDURian yang sejak awal berada di pengungsian.

“Uang sebesar Rp. 5.000.000 tersebut kami belanjakan untuk membeli ikan penja sebanyak 160 liter dan jumlah itu sesuai jumlah KK yang berada di pengungsian Galung I dann Galung II yang berada di Desa Mekkatta”

Lanjut Zulkifili bantuan yang diberika tak hanya penja saja, selain itu ada juga batuan lain berupa token listrik yang diberikan lansung kepada koordinator posko pengungsian.

“Selain penja kami juga membeli token listrik untuk mengisi kilometer listrik yang ada di pengungsian, jumlah pembelian token sebesar satu juta untuk didua titik pengungsian tersebut”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *