POLMAN, editorial9.com – Sebanyak 80 perahu Sandeq dipastikan ambil bagian dalam Sandeq Silumba 2026 yang akan digelar di Sulawesi Barat. Jumlah peserta tahun ini meningkat 60 persen dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya diikuti 50 perahu.
Peningkatan jumlah peserta tersebut menjadi salah satu tantangan dalam persiapan Sandeq Silumba 2026, terutama di tengah keterbatasan anggaran penyelenggaraan.
Persiapan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 kini memasuki tahap akhir. Hak-hak para Passandeq mulai disalurkan, mulai dari baju peserta hingga uang saku dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Berdasarkan hasil rapat pemantapan yang digelar Sabtu (19/9/2026), seluruh kebutuhan peserta dipastikan dipersiapkan sebelum pelaksanaan pelayaran.
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad, mengatakan pembukaan kegiatan dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Majene pada Jumat (26/9). Pembukaan tersebut rencananya dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
“Insyaallah pak gubernur akan membuka langsung pelaksanaan Sandeq Silumba 2026,” ujar Syamsul.
Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan akan berlanjut pada hari berikutnya dengan pelepasan 80 perahu Sandeq. Pelepasan peserta dijadwalkan dilakukan dalam dua kali start.
Untuk start pertama, sebanyak 40 perahu akan diberangkatkan sekitar pukul 09.00 WITA.
Syamsul mengatakan pihak panitia telah memastikan kebutuhan dan fasilitas para Passandeq tersedia sebelum mereka memulai pelayaran.
“Hari ini, kita sudah melaksanakan rapat terakhir bersama Passandeq, dan alhamdulillah kita juga sudah membagikan fasilitas dan hak para peserta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri, Investasi dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulawesi Barat, Abdi Yansya Hijrah, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin tingginya antusiasme terhadap pelaksanaan Sandeq Silumba.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran.
“Tentu saja tantangannya cukup besar, terutama dari keterbatasan dana fisikal dan ditambah antusiasme passandeq yang semakin tinggi,” ujar Abdi.
Dia menyebut jumlah perahu yang mengikuti Sandeq Silumba tahun ini mencapai 80 unit. Angka tersebut bertambah 30 perahu dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Tahun ini ada 80 perahu sandeq yang siap berlayar, sedangkan tahun lalu ada 50 perahu sandeq,” katanya.
Abdi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut, termasuk komunitas dan sahabat Sandeq, Dinas Pariwisata Kabupaten Majene, Dinas Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, serta Kementerian Pariwisata RI.
“Kami mengapresiasi teman-teman sahabat sandeq yang sudah maksimal dalam menjaga haritag sandeq ini, akhirnya tahun ini bisa kita laksanakan kembali,” katanya.
Sandeq Silumba 2026 dijadwalkan dimulai di Kabupaten Majene pada 26 September dan berakhir di Kabupaten Polewali Mandar pada 27 September 2026.
Dengan tambahan jumlah peserta tersebut, penyelenggara berharap seluruh rangkaian Sandeq Silumba tahun ini dapat berlangsung aman, lancar dan maksimal.(*)






