PMII : Pendidikan di Sulbar Butuh Terobosan

  • Whatsapp
Syamsuddin, Ketua PC PMII Mamuju.(Dok : Ist)

Sulbar – editorial9 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mamuju, menyoroti rencana kegiatan pemecahan rekor muri minum tablet tambah darah bagi putra-putri se Sulbar.

Diketahui, agenda tersebut akan digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulbar, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Bacaan Lainnya

Ketua PC PMII Mamuju, Syamsuddin, mengatakan di Momentum Hardiknas Tahun 2022 ini Pemprov Sulbar seharusnya mengeluarkan terobosan baru, dalam rangka mendorong terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik.

“Kenapa perlu terobosan baru, karena sampai sekarang pendidikan di Sulawesi Barat, masih di peringkat ke dua dari bawah di 34 Provinsi di Indonesia. Harusnya, Pemprov Sulbar malu dengan hal tersebut,” ucap Syamsuddin, melalui press rilisnya, Minggu,08/05/22. Malam.

Menurutnya, perbaikan mutu pendidikan di Sulbar harus di lakukan secara masif, agar dapat melahirkan generasi yang mempunyai skil dan kompetensi yang mumpuni dan bisa bersaing dengan pretasi pendidikan daerah lain.

“Berdasarkan data LTMPT dari 23.110 sekolah di Indonesia, satupun sekolah dari Sulbar tidak masuk dari 1000 sekolah yang memiliki standar penilaian UTBK. Itu menunjukkan bahwa standar pendidikan di Sulbar sangatlah buruk dan perlu perbaikan secara cepat, sehingga kita tidak tertinggal,” ungkapnya.

Selain itu ia menambahkan, bahwa generasi Sulawesi Barat perlu asupan pengetahuan, bukan hanya asupan tablet penambah darah, untuk memperbaiki angka stunting yang semakin meningkat.

“Itu (asupan tablet penambah darah) memang perlu, tapi seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, karena stunting di Sulbar sejak beberapa tahun terakhir memang sangat memprihatinkan,” tambahnya.

“Kami dari PMII, kaget dengan pamflet yang tersebar di media terkait tentang pemecahan rekor muri minum tablet penambah darah, yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2022, dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional,” sambungnya.

Secara kelembagaan, Syam menilai agenda tersebut tidak memiliki relevansi antara minum tablet tambah darah dengan Hardiknas. Sehingga pihaknya merasa tidak ada kejelasan tujuan diadakannya kegiatan itu.

“Jangan sampai, hanya ingin memanfaatkan masa-masa terakhir menjabat jadi gubernur,” tukasnya.

Dari pada menghabis kan banyak anggaran hanya untuk sesuatu yang tidak mempunyai kejelasan dan tiidak relevan dengan momentum Hardiknas, kata Syam, lebih baik Pemprov Sulbar, lebih kreatif dalam mendorong terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik.

“Seharusnya, melakukan kegiatan yang bisa berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan di Sulbar,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.