Polresta Mamuju Kerahkan K-9, Pemukul Polisi Saat Demo BWS Ditangkap

Personel gabungan Polresta Mamuju dan Polda Sulbar bersama Unit K-9 melakukan pencarian terhadap pelaku pemukulan anggota polisi saat pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor BWS Sulawesi V Sulbar. Dua anjing pelacak, Peres dan Bono, dikerahkan untuk menyisir jalur pelarian pelaku hingga berhasil ditemukan dan diamankan. (Dok. Humas Polresta Mamuju).

MAMUJU – editorial9 – Tim gabungan Polresta Mamuju dan Polda Sulawesi Barat berhasil menangkap pelaku yang diduga melakukan pemukulan terhadap anggota polisi saat pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Sulbar. Dalam proses pengejaran, aparat bahkan mengerahkan dua anjing pelacak Unit K-9 untuk memburu pelaku yang melarikan diri ke kawasan hutan.

Penangkapan dilakukan kurang dari 1×24 jam setelah insiden pemukulan terhadap personel Polresta Mamuju terjadi saat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.

Bacaan Lainnya

Pelaku pertama berinisial AR (37) berhasil diamankan dalam operasi yang dipimpin langsung Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi. Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob Polda Sulbar, dan Sabhara Polda Sulbar.

Dalam pengembangan kasus, polisi kemudian memburu seorang demonstran lain berinisial AN (36) yang diduga turut melakukan penganiayaan terhadap anggota kepolisian saat aksi berlangsung pada Selasa (2/6/2026).

Untuk mempercepat pencarian, aparat mengerahkan dua anjing pelacak Unit K-9 Polda Sulbar bernama Peres dan Bono. Keduanya diturunkan untuk menyisir jalur pelarian AN yang diketahui melarikan diri ke kawasan hutan usai insiden tersebut.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku. Berbekal kemampuan pelacakan Peres dan Bono, tim gabungan akhirnya menemukan jejak pelarian AN hingga ke area perkebunan yang berada tidak jauh dari lokasi persembunyiannya.

Pada Rabu (3/6/2026), AN berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah tim gabungan mendeteksi keberadaannya.

Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menegaskan, keberhasilan penangkapan kedua pelaku menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak setiap bentuk kekerasan terhadap anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas negara.

“Pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan terus berjalan terhadap pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini masih terus didalami penyidik guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi penganiayaan terhadap anggota kepolisian saat pengamanan demonstrasi berlangsung,” ujar Ferdyan.

Menurutnya, pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari tugas kepolisian yang harus dijalankan secara profesional. Karena itu, setiap tindakan kekerasan terhadap petugas akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih terus melakukan pendalaman, guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat ,dalam aksi penganiayaan terhadap anggota polisi saat pengamanan demonstrasi di depan Kantor BWS Sulawesi V Sulbar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *