Mamuju – editorial9 – PJ Gubernur Provinsi Sulbar, Akmal Malik, geram, lantaran di triwulan kedua ini realisasi APBD masih dibawah 50%.
Menurutnya, beberapa OPD yang menjadi penyumbang realisasi rendah dan ia melihat hampir semua OPD menghadapi persoalan yang serupa, yakni lemahnya pada perencanaan, menyebabkan penarikan anggaran kerap menyisakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
“Tidak cermat melakukan penarikan anggaran dan berjalan dengan perencanaan masing masing,” ucap Akmal, saat memimpin rapat evaluasi serapan anggaran OPD di Rujab Wagub, Jumat,10/06/22.
Atas masalah tersebut, pihaknya akan akan membentuk tim percepatan realisasi anggaran, dengan mendatangkan Tim SIPD serta memaksimalkan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bersama Staf Ahli Pemprov Sulbar.
“Melalui tim itu, diharapkan dapat dilakukan pembinaan terhadap OPD. Membimbing OPD, melihat apa persoalan dalam pertanggungjawaban dan bagaimana mempertanggungjawabkan dengan cepat,” tutupnya.
Untuk diketahui dalam rapat tersebut, PJ Gubernur Sulbar, Akmal Malik, didampingi oleh Sekprov Muhammad Idris.(Rls/Mp)






