MAMUJU, editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menegaskan tidak akan cawe-cawe dalam pemilihan Wakil Gubernur Sulbar di DPRD. Namun, sebagai Ketua Partai Demokrat Sulbar, ia mengakui tetap akan terlibat dalam urusan internal partainya.
Pernyataan itu disampaikan SDK usai menerima dua nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulbar yang diusulkan koalisi partai politik di Mamuju, Senin,26/10/26.
SDK menegaskan, penentuan wakil gubernur sepenuhnya menjadi ranah DPRD. Ia tidak ingin mencampuri proses politik yang akan berlangsung di lembaga legislatif tersebut.
“Mengenai hasil pemilihannya nanti di DPRD Wallahu A’lam. saya tidak ikut campur,” ucap SDK.
Meski demikian, SDK mengakui posisinya sebagai Ketua Partai Demokrat membuatnya tetap memiliki peran dalam menentukan sikap internal partainya, termasuk Fraksi Demokrat di DPRD Sulbar.
“Walaupun saya ketua partai juga, yang saya campuri partai saya,” pungkasnya.
SDK juga menegaskan tidak akan mengintervensi sikap politik fraksi dari partai lain dalam proses pemilihan wakil gubernur.
“Terhadap partai lain silahkan, tapi yang saya campuri adalah partai saya,” ujarnya.
Ia kembali memperjelas batas keterlibatannya sebagai gubernur sekaligus pimpinan partai politik. Menurutnya, mengurus internal Demokrat merupakan bagian dari kewenangannya sebagai ketua partai, tetapi hal itu tidak berlaku terhadap partai lain.
“Kalau dikatakan Pak Gubernur tidak ikut campur, pasti saya ikut campur, karena saya ketua Partai. Tapi mencampuri partai lain kan tidak,”
Pernyataan SDK tersebut menegaskan batas antara posisinya sebagai gubernur dan Ketua Partai Demokrat Sulbar. Ia menyatakan tidak akan mencampuri pilihan politik partai lain, sementara arah sikap Demokrat tetap menjadi bagian dari kewenangannya sebagai pimpinan partai.
Proses pemilihan di DPRD Sulbar selanjutnya akan menentukan siapa yang terpilih mengisi kursi wakil gubernur yang kosong.(Mp)






