Polman – editorial9 – Salah seorang pria yang berprofesi sebagai petani berinisial A(35), di Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di sebuah rumah di kebunnya.
“Menurut saudara korban yang juga selaku kepala dusun, mengatakan bahwa korban sudah tiga tahun tidak bisa berbicara dan banyak menyendiri,” ucap Kapolsek Tapango, Iptu Taufiq Murawanto, melalui press rilisnya, Kamis,03/02/22.
Selain ia mengungkapkan bahwa, berdasarkan keterangan dari istri korban berinisial T (38), pada hari Selasa 01 Februari 2022 sekitar pukul 05.30 Wita, suaminya A pergi ke kebunnya.
“Dan pada malam harinya, suaminya belum pulang seperti biasanya,” ungkapnya.
Melihat suami tak kunjung pulang, sehingga keesokan harinya Rabu, 02 Februari 2022 Wita, istri korban pergi ke kebun melakukan pencarian. Dan pada saat tiba di TKP (rumah kebun) sekitar pukul 06.00 Wita, dia menemukan suaminya dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tubuh telungkup.
“Sehingga, langsung berteriak meminta tolong untuk mencari bantuan. Mendengar teriakan T, dua orang pemburu babi langsung datang membantu mengevakuasi korban, menuju ke rumah duka dan dalam perjalanan dibantu oleh warga sekitar yang melihat,” terang Iptu Taufiq Murawanto.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa mendengar informasi atas kejadian itu, pihaknya bersama personel identifikasi Sat Reskrim serta personel Sat Intelkam Polres Polman, langsung mendatangi rumah korban dan melakukan identifikasi terhadap jenazah.
“Selanjutnya dilakukan olah TKP yang letaknya kurang lebih 3 kilometer dari rumah korban dan di TKP ditemukan tali nilon warna hijau, satu unit Hp milik korban, sisa makanan dalam bungkusan, satu buah tas berwarna hitam dan adanya lumuran di lantai papan dan di bawah kolom rumah kebun,” tutupnya.(Mp)






