Soal Akses Jalan, Warga Pammulukang: Kami Belum Merdeka

  • Whatsapp
Kondisi infrastruktur jalan menuju Dusun Rumbia, Desa Pammulukang, Kabupaten Mamuju.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Kondisi infrastruktur jalan menuju Dusun Rumbia Apo, Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dikeluhkan warga setempat.

Menurut Asmuddin (47), buruknya akses jalan itu, terkadang sangat menyulitakan dan menghambat warga setempat saat melakukan aktivitas.

Bacaan Lainnya

“Kami di Rumbiako belum merdeka jika menyangkut persoalan jalan. Kalau di musim hujan, jalanan menjadi sangat licin dan berlumpur, saya selalu mendorong motor, terkadang juga terjatuh, jika memaksakan berkendara,” ucap Asmuddin kepada wartawan Kamis, 01/10/20.

Asmuddin juga mengungkapkan, bahwa di setiap momen politik akan berlangsung, warga setempat selalu dijanji akan melakukan perbaikan jalan mereka. Seperti 5 tahun lalu, ketika momen Pilkada Mamuju, beberapa calon mendatangi mereka, bahkan salah satu diantaranya terpilih menjadi pemimpin. Namun janji itu, urung terlaksana hingga Pilkada itu kembali akan digelar.

“Pemimpin kami, sudah pernah kesini 5 tahun lalu dan berjanji untuk memperbaikin jalan kami, tapi sampai saat ini sedikit pun tidak pembangunan jalan. Kami sangat berharap, pemimpin saat ini mau melihat dan memperhatikan keadaan kami ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pammulukang, Jasmin, mengaku bahwa dirinya sudah berusaha untuk membangun akses jalan ke Dusun Rumbia Apo. Namun, selama ini, dalam prosesnya, pihaknya hanya mengandalkan anggaran yang berasal dari ADD, yang Ia nilai tidak akan mampu menuntaskan permasalahan jalan di desanya.

“Yang jelas, jalanan yang ada di dua dusun, yakni Betteng Batu menuju ke Rumbiako, tidak ada lain selain menggunakan ADD kami,” beber Jasmin.

Lebih lanjut, menurut Jasmin, sejak dirinya dilantik pada 2018 lalu, dirinya sudah mulai membangun jalan penghubung antar dusun dengan anggaran seadanya. Sehingga, panjang jalan yang bisa terbangun pun seadanya pula, karena hanya mengandalkan ADD.

“Alhamdulillah, mulai saya dilantik 2018 berjalanlah kegiatan sampe 2019. Tahun 2020 ini anggaran kami direcofusing semua, jadi ada beberapa titik pembangunan fisik batal semua, Insya Allah, tahun depan akan kami lanjutkan kembali,” jelas Jamsin.

Ia juga menuturkan, bahwa setiap tahun di musrembang tingkat kecamatan, pihaknya selalu mengusulkan pembangunan akses jalan di desanya, namun hingga saat ini, pembangunan yang Ia usulkan itu, tidak terakomodir.

“Setiap tahunnya, kami usulkan di musrembang kecamatan. Alhamdulillah, solusinya tidak ada yang maksimal, satu pun tidak ada yang terlaksana,” tutupnya.(Jab/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.