Polman – editorial9 – DPD Partai Perindo Kabupaten Polman, menyampaikan klarifikasinya terkait akan diadakannya Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Parappe.
Hal itu disampaikan, Ketua DPD Partai Perindo Polman, Muh.Rudi Fair, menyusul adanya oknum kader Perindo, di hari Sabtu 17 Juni 2023 kemarin ikut menandatangani pernyataan keberatan atas rencana KPU tersebut.
“DPD Perindo Polman, menyatakan tidak pernah ada kebijakan partai, yang mempersoalkan tentang TPS khusus di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, maupun di pondok pesantren lain,” tegas Rudi, melalui press rilisnya, Minggu,18/06/23.
Ia menambahkan, secara kelembagaan Parpol besutan Harry Tanoesoedibjo itu berharap angka partisipasi pemilih di Pemilu 2024 mendatang dapat meningkat.
“Sehingga, agar tidak ada Golput maka dibutuhkan TPS di pondok pesantren,lapas dan panti jompo,” tambahnya.
Menurutnya, dalam rangka pemenuhan hak pilih masyarakat seharusnya KPU dan Parpol tetap mendorong adanya TPS khusus tersebut.
“Penyusunan daftar pemilih juga berkaitan dengan pemetaan TPS, untuk setiap TPS, sesuai dengan PKPU nomor 7 tahun 2022 tentang penyusunan daftar pemilih,” ujarnya.
“Dalam penyelenggaraan Pemilu dan sistem data pemilih pada pasal 15 adalah maksimal atau paling banyak 300 pemilih dengan memperhatikan salah satunya memberi kemudahan pemilih menuju TPS,” sambungnya.
Lebih lanjut, secara kelembagaan Partai Perindo maupun personal sebagai warga negara Indonesia, ia berharap seluruh elemen berfikir positif atas semua tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang saat ini dijalankan oleh KPU.
“Bukan memprovokasi keadaan, pengadaan khusus ini (Lapas ,Ponpes, BTN,Panti jompo). Karena, secara nasional hampir seluruh Indonesia ada,” tutupnya.(Mp)






