Vaksin Sinovac di Sulbar Diperkirakan Rusak Akibat Gempa 

Ilustrasi vaksin Sinovac.(Dok : Net)

Mamuju – editorial9 – Vaksin Sinovac yang tiba di Sulbar pada Hari Rabu,06 Januari, 2021 lalu, diprediksi tak dapat lagi dipergunakan, usai bencana gempa magnitudo berkekuatan 6,2, di hari Jumat 15 Januari 2021 lalu.

Juru bicara Satgas penanganan Covid19 Sulbar, Safaruddin Sanusi, mengatakan bahwa meski saat ini pihaknya belum dapat memastikan vaksin itu telah rusak, namun berdasarkan pengetahuanya diperkirakan Sinovac mengalami permasalahan lantaran pasca gempa tersebut, listrik di Sulbar sempat padam.

Bacaan Lainnya

“Saya belum mendapat informasi yang falid, tapi pernah saya membaca salah satu berita bahwa sepertinya bermasalah karna sempat mati lampu, sehingga kemungkinan tidak baik lagi untuk digunakan,” ucap Safaruddin, via WhatsApp, Jumat, 21/01/21.

Sementara itu, Anggota Satgas penanganan Kasus Covid19 Sulbar, dr.Ikhwan, menjelaskan, bahwa kepastian rusak tidaknya vaksin tersebut, secara tehknis merupakan gawean dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Mengenai vaksin itu rusak atau belum, harus ada tim dari kementerian. Kementerian yang audit dulu itu vaksin,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya saat ini akan segera menyampaikan laporan ke Kemenkes -RI, guna meminta diturunkannya tim untuk mengaudit  vaksin tersebut.

“Sementara dibuat laporan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan Satgas penanganan Covid19 Sulbar, rencananya vaksin perdana Covid19 akan dimulai pada 15 Januari 2021 lalu, namun karena bencana gempa bumi sehingga agenda itu ditunda.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *