Wacana Lawan Klan Masdar Digelorakan

  • Whatsapp
Suasana pertemuan para politisi muda di Kabupaten Polman.(Dok : Lan)

Polman – editorial9 – Rencana untuk menghentikan langkah klan Masdar di Pilkada serentak Tahun 2024 mendatang, kini mulai disuarakan oleh sejumlah politisi muda dan aktivis Kabupaten Polman, saat menggelar pertemuan disalah satu Warkop di Wonomulyo, Jumat,14/05/21. Malam.

Para politisi muda tersebut, yakni Abdul Halim (PDIP), Abdul Rahim (NasDem), Jufri Mahmud (Golkar), Fariduddin wahid (Golkar), Syamsuddin (PDIP), Awaluddin(NasDem), Ichsan Sahabuddin (Pengamat Politik), Jabal Nur Muhammad(Aktivis), Gazali lopa (Aktivis Tokoh Masyarakat dan Pemuda Pro Perubahan) serta Anggota DPD-RI, Ajbar.

Bacaan Lainnya

Menurut Politisi NasDem, Abdul Rahim, berdasarkan hasil diskusi bersama dalam pertemuan itu, secara empiris ternyata ada problem di Pemkab Polman selama ini,

“Tentu ini sudah cukup merepresentasi apa yang sebenarnya terjadi hari ini. Ini dinasti, sangat membahayakan masa depan bagi masyarakat dan ini harus dilawan,” ucap Rahim.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar itu, juga berharap Kabupaten Polewali Mandar kedepannya tak adalagi istilah politik dinasti yang terbangun.

“Jangan lagi ada kekuasaan turun-temurun,” harapnya.

Sementara itu, Abdul Halim, mengaku akan serius menyatukan ide dan gagasan para politisi muda, untuk menumbangkan klan dinasti di Polman.

“Ini momentum para politisi muda dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Polman tanpa dinasti,” beber Halim.

Di tempat yang sama, Jufri Mahmud, membeberkan bahwa Dua tahun dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Polman, ia belum melihat adanya perubahan, mulai dari sektor ekonomi yang pernah tercapai, kemiskinan bergerak naik di Indonesia tapi tertinggi di Sulbar.

“Kemudian IPM terendah, tapi cuma 1 yang positif pengangguran terbuka, tapi harus menjadi catatan, karena ini tidak singkron pengangguran terbuka ini positif, tapi yang lain tidak terbuka. Itu yang saya amati terkait dengan jabatan saya sebagai Ketua DPRD Polman selama 2 tahun ini,” terang Jufri.

“Kepemimpinan klan Matakali di Polewali Mandar, tidak memberikan perubahan signifikan, utamanya mengenai pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, dimana Polman masih tertinggi di Sulbar,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPD RI Dapil Sulbar, Ajbar, bahwa pertemuan tersebut, merupakan bagian dari reaksi dan kegelisahan para politisi muda melihat kondisi Polman, utamanya mengenai Dinasti yang dibangun klan Masdar selama 20 tahun terkahir.

“Kita dipimpin adek, kakak ini apa indikator berhasilnya? Bagi saya tidak ada, makanya legislator muda Polman ini hadir dengan gagasan untuk perubahan Polman,” kata Ajbar.

Di tempat yang sama pula, inisiator kegiatan, Awaluddin, menuturkan bahwa pertemuan tersebut sudah kali kedua diselenggarakan, dalam membahas persiapan para tokoh politik muda untuk siap bertarung di Pilkada Polman.

“Melihat Pemerintahan Kabupaten Polman yang dikuasai Matakali 20 tahun terakhir adalah pemantik dari pertemuan ini, diskusi ini sudah berjalan secara intens baik dari DPRD Kabupaten, Provinsi dan senator DPD, bahwa sudah saatnya pemerintahan ini diberikan kesempatan dan ruang untuk membangun perubahan,” tutur Awal.(Lan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar