100 Hari Kerja, Tina-Ado Prioritaskan Penanganan Pasca Gempa

  • Whatsapp
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Tina-Ado, usai dilantik.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado), kini mulai menatap program 100 hari kerja, setelah resmi dilantik oleh Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, Jumat, 26/02/21.

Menurut Sutinah, sebelum gempa bumi pertengahan bulan Januari 2021 lalu memporak-porandakan Kabupaten Mamuju, ia dan Ado Mas’ud, telah merancang program 100 hari kerja, namun karena adanya bencana, maka program itu tentu akan mengalami perubahan.

Bacaan Lainnya

“Karena kita ini ditimpah bencana, tangga 15 Januari kemarin, tentunya penanganan penanganan pasca bencana itu kita utamakan dulu,” ucap Sutinah, usai pelantikan.

Selain itu ia menjelaskan, bahwa selain fokus pada penanganan pasca bencana, pihaknya juga akan menjalankan visi-misi Tina-Ado, yang relevan dengan APBD Kabupaten Mamuju dan mendesak untuk dilaksanakan.

“Karena kita tahu, sekarang ini kan APBD atau program di Tahun 2021 ini, itu belum mengakomodir visi-misi dari Tina-Ado. Tapi, mudah-mudahan kita bisa segera melakukan perubahan sehingga APBD bisa mengakomodir visi-misi Tina-Ado,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, menambahkan, bahwa dalam rangka komitmen Tina-Ado terhadap penanganan pasca gempa, pihaknya di hari Senin mendatang, akan menggelar rapat evaluasi dan selanjutnya akan membentuk Satgas.

“Biar semua persoalan yang terjadi, terkait pasca gempa ini, mulai dari kesehatan, kita ketahui bersama kesehatan ini tentu berbagai macam, terutama Covid19, yang di camp-camp pengungsi ini masih ada, belum persoalan sembakonya bagaimana, belum lagi persoalan rumah hunian,” terang Ado.

Mantan Anggota DPRD Mamuju itu juga mengungkapkan, bahwa terkhusus bantuan rumah hunian warga yang menjadi korban gempa, diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pendataan, karena berdasarkan informasi ia mendapati adanya perbedaan cara pandang di masyarakat, tentang kategori kerusakan rumah.

“Nah ini akan menjadi persoalan baru, olehnya itu kita akan izin nanti melalui perintah Ibu Bupati, kita akan membentuk namanya Satgas,” ungkapnya.

Secara tehknis, kata Ado, Satgas yang dibentuk nantinya, akan melibatkan seluruh OPD khususnya PU, untuk ikut andil dalam menyelesaikan masalah pasca bencana gempa, seperti infrastruktur jalan, rumah hunian warga hingga perkantoran.

“Saat ini, kita ada dua desa yakni Desa Bela dan Kopeang, sampai hari ini dari 23 titik longsor, ini yang belum bisa ditembus. Menurut masyarakat di atas (Desa Bela dan Kopeang), jangankan naik motor, jalan kaki pun susah,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *