11 Nelayan Terancam Enam Tahun Penjara

  • Whatsapp
Pres rilis penangkapan 11 nelayan pelaku bom ikan, di Kantor Polairud Polda Sulbar, Selasa,14/09/21.(Dok : Mp)

Sulbar – editorial9 – Sebanyak 11 orang nelayan diringkus oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulbar, di Perairan Pulau Sabakatang, Kabupaten Mamuju, Sabtu,11 September 2021 lalu.

Menurut Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, penangkapan terhadap 11 orang nelayan tersebut, lantaran telah melakukan ilegal fishing. Selain para tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa bom rakitan yang digunakan untuk mengebom ikan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini para pelaku telah diamankan di Rutan Mapolda Sulbar dan atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 84 Undang-undang nomor 31 tahun 2004, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1.200.000.000,” ucap Kombes Pol Syamsu Ridwan, saat menggelar press rilis di Kantor Polairud Polda Sulbar, Selasa, 14/09/21.

11 orang tersangka tersebut, yakni inisial MA (39) warga Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, H (41) warga Pulau Sabakatang,S (25) warga Pulau Sabakatang, R (27) warga Pulau Sabakatang,E (27) warga Kalimantan, RK (20) warga Kabupaten Majene,F (19) warga Pulau Sabakatang,HA (22) warga Tapalang Barat, AW (20) warga Tapalang Barat,S(51) warga Pulau Sabakatang dan J(50), warga Tapalang Barat.

“Awalnya personil Dit Polairud, melakukan patroli rutin menuju pulau Sabakatang, di tengah perjalanan tepatnya di perairan Pulau Salisingan, personel patroli melihat 3 kapal nelayan, sedang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan,” terang Kabid Humas.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa melihat adanya aktivitas tersebut, pihaknya langsung memberikan respon, dengan melakukan penangkapan kepada 11 orang nelayan tersebut.

“Dan mengamankan barang bukti berupa 136 botol bom ikan, 96 detonator, 3 unit kapal, dokumen kapal dan barang-barang lainnya, yang berhubungan dengan ilegal fishing,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *