POLMAN, editorial9.com – Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan di kawasan perbukitan Dusun IV Buttu Dakka, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Polman, Sulawesi Barat, Selasa (15/9/2026). Api nyaris mengancam permukiman warga karena lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah penduduk.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WITA setelah pemerintah dusun melaporkan adanya titik api di kawasan perbukitan. Personel Polsek Tapango Polres Polman yang menerima informasi tersebut, langsung bergerak menuju lokasi.
Personel yang dipimpin Ps Kanit Samapta Aiptu Wagino bersama Bhabinkamtibmas dan personel jaga Mako kemudian berkoordinasi dengan unsur TNI, pemerintah desa, masyarakat, serta Tim Dinas Pemadam Kebakaran Polman untuk melakukan pemadaman.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Pemadaman juga dilakukan secara manual oleh personel Polsek Tapango, anggota Koramil 1402-02 Wonomulyo, aparat pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.
Berkat respons cepat petugas dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Tapango Iptu Muhammad Ishak mengatakan penanganan dilakukan secepat mungkin karena lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga.
“Begitu menerima informasi adanya titik api, personel langsung kami arahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama unsur terkait. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api dapat dipadamkan dan situasi berhasil dikendalikan,” ujar Muhammad Ishak.
Dia mengatakan pemantauan tetap dilakukan meski api telah berhasil dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.
“Lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan dan cukup dekat dengan permukiman warga. Karena itu, kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Lahan tersebut ditanami sejumlah tanaman, di antaranya rumbia, jati, kakao, dan pisang.
Lahan tersebut diketahui dimiliki empat warga, yakni Mangin alias Papa Anru (60), warga Dusun IV Buttu Dakka, Desa Dakka; Amir (45), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo; Puad (46), warga Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Tapango; serta Budana (61), warga Ujung Baru, Kecamatan Wonomulyo.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau membuat lahan menjadi kering sehingga api berpotensi lebih cepat meluas.
Muhammad Ishak mengimbau masyarakat, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di lahan maupun perkebunan. Jangan melakukan pembakaran lahan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena kondisi panas dan kering dapat membuat api cepat meluas,” imbaunya.
Dia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas, jika menemukan titik api di wilayahnya.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum meluas dan membahayakan permukiman warga,” pungkasnya.(*)






