Polisi Dalami Motif Warga Ditebas Saat Survei Kredit di Lapeo

Personel kepolisian saat melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus penebasan warga di Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Dok. Polres Polman.

POLMAN, editorial9.com – Polisi masih mendalami motif seorang pria berinisial IS (45) yang diduga menebas warga menggunakan parang saat korban sedang melakukan survei lokasi terkait pengajuan kredit di Dusun Parabaya, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Selasa (15/9/2026).

Korban bernama Nahzan Sahabuddin (49), warga Kabupaten Majene, mengalami luka terbuka pada lengan kanan, lengan kiri dan punggung setelah diduga ditebas sebanyak tiga kali. Sementara IS telah diamankan polisi bersama satu buah parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Campalagian IPTU H Harifuddin mengatakan polisi masih memeriksa keterangan korban, terduga pelaku dan sejumlah saksi untuk mengetahui motif serta rangkaian kejadian.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban, terduga pelaku dan para saksi untuk mengetahui secara jelas motif serta rangkaian kejadian. Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pihak kepolisian,” jelas Harifuddin.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.35 WITA. Sebelumnya, sekitar pukul 12.10 WITA, korban bersama dua karyawan BRI menuju lokasi di sekitar lorong samping DDI Lapeo.

Kedatangan korban bersama rekannya untuk melakukan survei berdasarkan titik sertifikat terkait pengajuan kredit di Bank BRI Majene. Mereka juga mengambil gambar sejumlah rumah di sekitar lokasi.

Saat berada di lokasi, korban diduga tiba-tiba didatangi IS yang membawa parang. Terduga pelaku kemudian diduga menebas korban sebanyak tiga kali hingga mengenai lengan kanan, punggung dan lengan kiri.

Dalam kondisi terluka, korban berlari menuju mobil untuk menyelamatkan diri. Nahzan sempat mengemudikan kendaraan menuju arah Polewali.

Namun, karena kondisi luka yang dialaminya, korban berhenti di Dusun Banua Baru, Desa Parappe. Warga kemudian membantu membawa korban ke RS Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 15.00 WITA, korban dirujuk ke RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Campalagian langsung mendatangi lokasi dan mengamankan IS. Polisi juga mengamankan satu buah parang yang diduga digunakan dalam penganiayaan.

“Begitu menerima informasi adanya kejadian penganiayaan, personel Polsek Campalagian langsung mendatangi TKP. Terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti satu buah parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut,” ujar Harifuddin.

IS kemudian diamankan di Polres Polman, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk motif dan rangkaian kejadian, sebelum menentukan proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *