Kapolda Sulbar Minta Polisi Tak Andalkan Tilang

Keterangan Foto: Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, memberikan arahan saat membuka Latihan Pra Operasi (Latpra) Patuh Marano 2026 di Ruang Vicon Mapolda Sulbar, Kamis (5/6/2026). Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya pendekatan persuasif, edukatif, dan inovatif dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026, dengan penegakan hukum sebagai langkah terakhir. Dok. Istimewa.

MAMUJU – editorial9.com – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta meminta seluruh jajarannya tidak menjadikan tilang sebagai pendekatan utama dalam Operasi Patuh Marano 2026. Sebaliknya, polisi didorong mengedepankan edukasi, pelayanan, dan inovasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

Pesan itu disampaikan Kapolda saat membuka Latihan Pra Operasi (Latpra) Patuh Marano 2026 di Ruang Vicon Mapolda Sulbar, Kamis (5/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti para Kapolres, Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Samapta dan pejabat terkait lainnya secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Bacaan Lainnya

Latpra digelar sebagai persiapan menjelang Operasi Patuh Marano 2026 yang akan berlangsung pada 8 hingga 21 Juni mendatang. Operasi tersebut bertujuan menciptakan situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa latihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapan, keterampilan dan profesionalisme personel menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Perkembangan situasi saat ini membawa dampak positif maupun negatif, termasuk potensi gangguan di jalan raya. Oleh karena itu, latihan ini menjadi bekal penting agar kita siap menghadapi berbagai kemungkinan tantangan yang ada,” tutur Kapolda.

Adi Deriyan menekankan bahwa Operasi Patuh Marano 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, operasi itu harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menghindari munculnya pemberitaan negatif akibat penyalahgunaan kewenangan oleh aparat.

Karena itu, ia meminta seluruh personel mengubah pola pendekatan dalam pelaksanaan operasi. Penegakan hukum, kata dia, harus menjadi pilihan terakhir setelah langkah persuasif dan edukatif dilakukan.

“Jangan hanya fokus menindak. Kita harus memenangkan hati masyarakat. Munculkan ide-ide kreatif yang membuat mereka merasa dilayani, bukan ditakuti. Berikan pemahaman, himbauan dan bantu mereka lewat pemberian helm keselamatan, cuci kendaraan gratis atau kegiatan lain yang mendorong kesadaran tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan jajarannya agar menghindari tindakan yang dapat memicu kekesalan atau kebencian masyarakat. Terlebih, pelaksanaan operasi berlangsung menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sehingga kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Perintahnya ‘Patuh’, tapi kita kemas dengan cara yang menyentuh. Setiap Polres diminta merancang program unggulan masing-masing agar tujuan operasi ini tercapai yaitu masyarakat sadar dan patuh aturan, lalu lintas aman dan lancar,” tambahnya.

Melalui Latpra tersebut, Polda Sulbar berharap seluruh personel memiliki persepsi dan langkah yang sama, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2026. Selain menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, operasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian melalui pelayanan yang humanis dan inovatif.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *