Sulbar – editorial9 – Dalam rangka penentuan 1 Ramadhan 1443 Hijriyah, berdasarkan tradisi warga Nahdliyiln di seluruh Indonesia, dipastikan tetap berpatokan pada keputusan pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua PWNU Provinsi Sulbar, KH. Adnan Nota, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat,01/04/22.
Menurutnya, dalam hal penentuan 1 Syawal seluruh Ormas di Indonesia, dilibatkan langsung oleh pemerintah melalui proses hisab rukyat.
“Tapi sebaliknya, ketika pemerintah belum menetapkan, maka tentu warga nahdliyin seluruhnya tidak akan melakukan puasa sendiri-sendiri,” ucap KH. Adnan Nota.
Selain itu ia menambahkan, bahwa dalam rangka penentuan 1 Syawal 1443 H, internal NU se Indonesia juga saat ini, sedang melaksanakan peninjauan akan munculnya hilal.
“Dan hingga hari ini belum mengabarkan kepada kita, bahwa bulan tersebut telah muncul,” tambahnya.
Meskipun Ormas Muhammadiyah telah menentukan bahwa 1 Ramadhan, jatuh pada hari Sabtu 02 April 2022 besok, itu karena berdasarkan metodologi hisab.
“Jadi perlu diketahui, bahwa penentuan 1 Ramadhan yang pernah dijalani oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, itu memakai dua pola, yakni Hisab atau perhitungan,” jelasnya.
“Sehingga, dari hari ini sesungguhnya maupun di tahun 2030 atau tahun 2050 mendatang, itu bisa ditentukan dengan memakai perhitungan hisab,” sambung mantan Kandepag Majene itu.
Lebih lanjut ia menerangkan, metode kedua yang digunakan adalah Rukyatul Hilal, yang dimana dalam pola itu diharuskan untuk melihat langsung, akan munculnya bulan.
“Sebagaimana sabda Rasulullah, berpuasa lah kamu ketika melihat bulan dan berbukalah kamu ketika melihat bulan,” tutupnya.(Mp)






