PSI Sulbar Minta Pemerintah Merelokasi Pengungsi ke Tempat Layak

Ketua PSI Sulbar, Ahmad Zaky Djafar.(Dok : Ist)

Polman – editorial9 – Hampir sepekan masyarakat di wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene mendiami lokasi pengungsian, usai rumah yang ditempati selama ini diguncang gempa magnitudo berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR), pada hari Jumat 15 Januari 2021 lalu.

Hal itu pun menuai perhatian khusus dari Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulbar, Ahmad Zaky Djafar. Menurutnya, setelah melihat langsung kondisi pengungsian para warga itu, pihaknya meminta agar pemerintah fokus melakukan penanganan serius kepada para pengungsi, tidak hanya sekedar menjadi distributor bantuan.

Bacaan Lainnya

“Dengan mempertimbangkan soal kesehatan utamanya soal sanitasi yang tidak ada, pemerintah sudah harus berfikir banyak mengenai relokasi pengungsi, pada tempat tempat yang layak,” ucap Zaky, kepada editorial9.com, via WhatsApp, Rabu, 20/01/21. Malam.

Selain itu ia mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil pemantauannya langsung, kondisi pengungsian yang saat ini ditempati oleh para pengungsi tersebut, dinilai sangat rawan akan timbulnya penyakit, khususnya bagi anak dan warga Lanjut Usia (Lansia).

“Sudah ada informasi warga yang meninggal di kamp-kamp pengungsian. Memang sangat rentan rawan muncul penyakit seperti diare, demam dan lain, utamanya pada anak-anak dan lansia,” ungkapnya.

Mantan aktivis PMII Kabupaten Polman itu, juga menuturkan pemerintah baik Pemprov Sulbar maupun Kabupaten, sudah harus memikirkan pembangunan Hunian Sementara (HUNTARA) yang lebih layak, bagi para pengungsi korban gempa.

“Ini juga, akan menunjang kembalinya semangat hidup baru, kembali belajar hidup normal, anak-anak bisa belajar kembali. Ini menjadi penting, menjadi perhatian bersama,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *