PWNU Sulbar ke Gus Yahya, PCNU Polman : Bukan Dukungan Kelembagaan

Ketua PCNU Polman, Muhammad Arsyad.(Dok : Akun Facebook Muhammad Arsyad)

Polman – editorial9 – Ketua PCNU Kabupaten Polewali Mandar (PCNU Polman), Muhammad Arsyad, tidak mengakui secara kelembagaan sikap atau keputusan Ketua PWNU Sulbar, Adnan Nota, yang menyatakan dukungannya ke KH.Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), pada pelaksanaan Muktamar PBNU, Desember mendatang.

Menurutnya, sikap atau dukungan yang disampaikan oleh Adnan Nota beberapa waktu lalu itu, merupakan pernyataan pribadi, bukan secara kelembagaan. Karena, seharusnya sebelum keputusan tersebut diambil, seluruh jajaran PCNU di Sulbar dilibatkan.

Bacaan Lainnya

“Sehingga, saya menyampaikan bahwa penyampaian yang disampaikan Adnan Nota di media itu, tanpa memberikan konfirmasi kepada kami,” ucap Muhammad Arsyad, via telepon, Jumat, 15/10/21.

Selain itu, ia menegaskan bahwa terkait dukungan calon ketua PBNU, secara kelembagaan PCNU Kabupaten Polewali Mandar, belum menyatakan sikap, lantaran pihaknya baru akan melakukan rapat internal, bersama-sama dengan Rais Syuriah.

“Karena di NU itu, sesuai dengan pedoman organisasi AD/ART itu, dalam hal penentuan kebijakan strategis, haruslah kesepakatan bersama rais syuriah dengan tanfidziyah,” tegasnya.

Kata Muhammad Arsyad, sebelum sikap atau dukungan ke Gus Yahya tersebut diambil, sebaiknya secara teknis harusnya PWNU terlebih dahulu melakukan rapat bersama dengan jajaran PCNU, untuk menentukan sikap secara bersama-sama.

“Dan saya sendiri, selaku Ketua Tanfidziyah Polman ini, tidak pernah dilibatkan untuk membicarakan tentang itu (dukungan ke Gus Yahya). Jadi saya, tidak dalam posisi menilai keputusan PWNU itu seperti apa, karena kami tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan itu,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa KH.Said Aqil Siradj (Kiyai Said) Ketua PBNU serta Gus Yahya selaku Katib Aam PBNU, sebagai figur bakal calon ketua umum PBNU di Muktamar Lampung Desember mendatang, secara kelembagaan terjalin komunikasi yang baik dengan PCNU Kabupaten Polman.

“Tinggal, untuk memutuskan siapa yang akan dipilih saat muktamar, itu yang belum bisa saya pastikan 100 persen, karena pengambilan keputusan di organisasi NU, itu adalah rapat lengkap bersama dengan rais syuriah dengan tanfidziyah,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *