Mamuju – editorial9 – Sekitar 13 Kepala Keluarga (KK) warga, di Dusun Serang, Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, memilih mengungsi ke wilayah pegunungan, usai gempa magnitudo 6,2, mengguncang wilayah Mamuju dan Majene, Jumat 15 Januari 2021 Dinihari.
Menurut salah seorang pengungsi Sudirman, warga pengungsi yang mendiami wilayah pegunungan di Desa Taan tersebut, berjumlah sekitar 50 jiwa itu, hingga saat ini belum mendapat bantuan apapun.
“Belum ada sama sekali,” ucap Sudirman saat dikonfirmasi, Sabtu, 16/01/21.
Untuk bertahan di lokasi pengungsian, kata Sudirman, para pengungsi terdampak dari bencana alam gempa tersebut, mengandalkan kesisahan beras yang dibawa dari rumahnya masing-masing.
“Kami masih punya beras dan sisa ikan di kulkas,” katanya.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa hingga kini bantuan yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi tersebut, yakni terpal atau tenda, penerangan, obat-obatan serta bahan makanan berupa beras dan lauk pauk.
“Sehingganya, kami berharap agar pemerintah segera diambil langkah – langkah gerak cepat, membagi kebutuhan warga dan jangan hanya konsetrasi di kota tapi desa-desa juga diperhatikan,” tutupnya.(MP)






