Mamuju – editorial9 – Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 di wilayah Deking, Kecamatan Malunda, Majene, yang mengguncang hampir seluruh daerah di Sulawesi Barat, berdasarkan data Basarnas, kini mencapai 45 orang.
Menurut salah seorang tim Basarnas Mamuju, Saidar Rahmanjaya, korban terbanyak akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari, 15 Januari 2021 itu berasal dari Mamuju.
“Sebanyak 36 orang Mamuju 9 orang lainnya adalah warga Majene,” ucap Saidar Rahmanjaya, Sabtu, 16/01/21.
Selain itu ia juga mengungkapkan, bahwa untuk jumlah warga yang selamat dari reruntuhan bangunan akibat gempa tersebut, sebanyak 68 orang.
“Hingga kini, kami masih melakukan pencarian terhadap korban. Kami dibantu oleh KKP Palu, KKP Makassar,” ungkapnya.
Diketahui, titik pusat gempa diperkirakan berada di 6 kilometer timur laut Kabupaten Majene Sulbar. Gempa yang terjadi Kamis 14 Januari 2021 sekira pukul 14.35 WITA dengan durasi sekitar 5 hingga 7 detik dengan kekuatan 5,9 magnitudo dan terdapat gempa kedua dengan skala yang lebih besar yaitu 6,2 magnitudo yang terjadi Jumat 15 Januari 2021 sekira pukul 02.28 WITA dini hari.
Masyarakat yang panik dan takut terjadi tsunami dan juga banyaknya bangunan yang runtuh membuat Kabupaten Majene dan Mamuju diliputi duka. Sementara listrik hingga saat ini masih padam. Diperkirakan sebanyak 2000 orang mengungsi ke 5 Titik pengungsian di kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.(*/Zul/MP)






