Shalat Id di Lapangan Dibolehkan, Khutbah Maksimal 15 Menit

  • Whatsapp
Kakanwil Kemenag Sulbar, Muflih.B.Fattah.(Dok : Mp)

Mamuju – editorial9 – Pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri 1442.H diperbolehkan di Lapangan. Hal itu berdasarkan hasil Rakoor penanggulangan Covid19, yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, 06/05/21.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Muflih.B.Fattah, walaupun ibadah shalat Id boleh dilaksanakan di Lapangan, akan tetapi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), mulai dari cuci tangan, memakai masker, jaga jarak hingga membawa sajadah sendiri, harus tetap diberlakukan.

Bacaan Lainnya

“Kemudian, khutbah durasinya jangan terlalu panjang, maksimal 15 Menit, begitu juga dengan bacaan imam pada shalat Idul Fitri tersebut,” ucap Muflih.

Di tempat yang berbeda, Juru bicara Tim Satgas Covid19 Provinsi Sulbar, Safaruddin Sanusi, mengungkapkan bahwa jika shalat Id dilaksanakan di Masjid, jamaah akan mudah diatur dalam hal penerapan Prokes, khususnya menjaga jarak, berbeda halnya jika pelaksanaannya di lapangan.

“Tetapi keistimewaannya kalau dilaksanakan di Lapangan. Itu di ruang terbuka sehingga udara lancar. Hanya memang, yang susah dikendalikan adalah jumlah massa yang banyak,” ungkap Safaruddin.

Lebih lanjut, Safaruddin, membeberkan bahwa dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid19 di Hari Raya Idul Fitri, BNPB Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan masker, yang diperuntukkan bagi 6 Kabupaten, melalui BNPB masing – masing.

“Kemudian, untuk tidak lama juga waktunya yakni khutbahnya juga tidak terlalu panjang, maksimal 15 Menit.” tutup Safaruddin.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *