Soal Hasil Survei JSI, Logos Politica : Secara Prinsip Wajar Kalau Ditolak

Mamuju – editorial9 – Jaringan Suara Indonesia (JSI), beberapa waktu lalu telah merilis hasil survei untuk Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju, 09 Desember 2020 mendatang.

Dalam rilisnya itu, Wakil Direktur JSI, Popon, menyebutkan bahwa Paslon Habsi-Irwan meraih 65,9% sedangkan Paslon nomor urut 1 Tina-Ado hanya berada di angkasa 34,1%.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Direktur Logos Politica, Maenunis Amin, mengungkapkan bahwa sangat wajar jika sebagian kalangan, menolak hasil survei yang dirilis JSI.

“Secara prinsip tidak masalah kalau orang menolak JSI dan hasil surveinya. Kan banyak lembaga yang melakukan survei di Pilkada Mamuju, JSI itu hanya salah satunya,” ucap Maenunis, Jum’at, 13/11/20.Malam.

Selain itu, Maenunis juga membeberkan tentang hasil survei beberapa lembaga nasional yakni Indopol dan Poltracking.
yang kemudian dirangkumnya dalam pemetaan komparatif.

“Saya kasi satu contoh komparasi hasil survei per Desember 2019 dan Januari 2020 dari dua lembaga nasional selain JSI yaitu Indopol dan Poltracking. JSI merilis elektabilitas Habsi-irwan 56,6% sementara Poltracking hanya 28,5%,” bebernya.

“Kalau dilihat hasil dari Indopol dan Poltracking itu linear misalnya dalam hasil dan selisih, tapi berbeda dengan JSI. Nah, kalau kemudian orang menolak JSI dan hanya menerima Indopol dan Poltracking, apa lantas kedua lembaga nasional itu kita sebut tidak kredibel ? Kan tidak toh,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pihak JSI atau pun Habsi-Irwan harus lebih mampu meyakinkan publik baik secara akademis ataupun politis terkait validitas survei yang telah mereka rilis.

“Kalau tidak, maka wajar kalau publik menuding mereka telah melakukan missleading information,” tuturnya.(MP/RFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *