Stafsus Presiden RI dan PHS Silaturahmi di Forum Dialog PKC PMII Sulsel

  • Whatsapp
Dari kiri : Agus Rasyid Butu (Moderator dialog), Prof.Dr.Husain Syam (Rektor UNM), Aminuddin Ma'ruf (Stafsus Presiden RI) dan Ketua PKC PMII Sulsel Muhtar Mursalim, usai gelaran dialog interaktif.(Dok : Nm)

Makassar – editorial9 – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan menggelar Dialog Interaktif bersama Staf Khusus (Stafsus), Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf dengan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam (PHS), di Ruang Teater Phinisi UNM, Jumat 28/05/21.

“Adanya dialog interaktif, merupakan ajang silaturahmi dengan Stafsus, Presiden RI, Aminuddin Maruf bersama Prof Husain Syam yang juga Ketua PW ISNU Sulsel,” ucap Ketua PKC PMII Sulsel Priode 2021-2023, Muhtar Mursalim, via WhatsApp.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ia menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut, sebagai bentuk keresahan PKC PMII Sulsel, atas kondisi bangsa Indonesia saat ini.

“Alasan kami membuat kegiatan dengan tema tersebut. Karena akhir- akhir ini kita seringkali disuguhkan oleh kondisi bangsa dimana maraknya aksi saling hujat menghujat antar sesama anak bangsa,” jelasnya.

Sementara, Aminuddin Ma’ruf menuturkan kondisi negara sangat memperhatikan yang telah menjamur paham keagamaan yang mengarah pada paham radikalisme.

“Akibatnya, terjadi dekadensi nilai-nilai kebangsaan dan kesenjangan sosial serta keadilan di tengah-tengah masyarakat terutama di generasi saat ini,” tutur Aminuddin.

Di kesempatan itu juga, Aminuddin Maruf menilai UNM adalah salah satu kampus yang mempunyai pertumbuhan para alumni dan pemuda-pemuda hebat di Indonesia.

“Kita patut apresiasi di era pemerintahan bapak Jokowi-Maruf Amin bahwa semua anak-anak bangsa kita berhak mendapatkan fasilitas demokrasi, pendidikan dan kesehatan,” tambah Aminuddin.

Di waktu yang sama, Rektor UNM sekaligus Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sulsel, Prof, Husain Syam mengatakan, suka tidak suka pemuda hari ini adalah generasi estafet yang akan membawa bangsa menuju Indonesia maju.

“Kita semua menuju jalan yang benar dalam berorganisasi, dengan mencoba mengambil bagian dan betul-betul kepentingan bangsa. Sejarah masih penting bahwa dalam hal ini peran pemuda adalah bagian dari kemerdekaan Indonesia,” terangnya. (Nm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *