Mamuju – editorial9 – Buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Mamuju, kembali menjadi sorotan saat gelaran debat Publik putaran terakhir, yang dilaksanakan oleh KPU Mamuju, di Hotel D’Maleo, Rabu, 02/12/20.
Sorotan akan buruknya kondisi infrastruktur jalan, di Tanah Bumi Manakarra itu, disampaikan oleh Cabup nomor urut 1, Sutinah Suhardi.
Menurut Sutinah, infrastruktur yang rusak dan luput dari pembangunan. Salah satunya, jalan ke Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema
“Soal Tahaya-haya itu fakta yang terjadi. Tahaya-haya itu jaraknya 5 kilometer dari kantor bupati. Masyarakat di sana jalan buruk tak ada jembatan,” ucap Tina.
Selain itu ia juga menuturkan, bahwa kondisi buruknya infrastruktur jalan tersebut, didapati saat dirinya melakukan kampanye door to door ke masyarakat.
“Itu belum bicara tentang Kalumpang, itu saja Tahaya-haya ke Mollo sudah sangat memperihatinkan,”tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Cabup Petahana Habsi, pun tidak menampik jika hingga saat ini perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Mamuju, masih banyak yang belum tuntas.
“Sebenarnya kalau kita bicara infrastruktur, ya kita akui, memang masih banyak yang belum selesai,” ucap Habsi usai debat.
Selain itu, ia juga menjelaskan jika dibandingkan dengan sepuluh tahun silam berdasarkan statistik, pihaknya sukses mebenahi infrastruktur jauh lebih banyak.
“Tapi kalau kita coba membandingkan di dalam statistik, jumlah kilometer jalan yang kami bangun lima tahun ini, jauh lebih banyak di banding yang 10 tahun,” tutupnya.(MP)






