11 Tahun DPO, Terpidana Kasus Korupsi Ditangkap di Depok

  • Whatsapp
Mengenakan penutup muka, terpidana kasus korupsi Bank BPD Pasangkayu, Merry Yasti Tangkepadang, digelandang oleh Tim Tabur Kejati Sulbar, usai ditangkap.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 -.Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur) Kejati Sulbar, berhasil meringkus terpidana DPO terpidana kasus Kasus korupsi, Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu 41 M, Merry Yasti Tangkepadang, yang kabur hingga ke wilayah Depok.

Menurut Kapenkum Kejati Sulbar, Amiruddin, penangkapan Merry Yasti, yang telah buron selama 11 (Sebelas) tahun itu berdasarkan surat perintah dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Johny Manurung, tertanggal 22 Februari 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

“Jumat tanggal 9 April 2021 sekira pukul 21.30 Wib, Tim Tabur, yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Johny Manurung, didampingi Asisten Intelijen, Irvan Samosir, bersama Tim Tabur Kejati Sulbar dengan dibantu Tim Intelijen Kejari Depok, berangkat ke Kota Depok, tepatnya di Kecamatan Cisalak. Selanjutnya, tim bergerak masuk ke dalam rumah terpidana,” ucap Amiruddin, melalui pres rilisnya, Sabtu, 10/04/21.

Selain itu, menurut Amiruddin, tepat pukul 21.30 Wib, tim berhasil membekuk dan menangkap Merry Yasti Tangkepadang, di dalam rumahnya tanpa melakukan perlawanan, sehingga terpidana berhasil di bawa oleh tim Tabur Kejati Sulbar, untuk diamankan sementara di Kantor Kejari Depok.

“Bahwa buronan terpidana, Merry Yasti Tangkepadang, sudah lama dicari dan diburu oleh Tim Tabur Kejati Sulbar, yaitu sejak bulan Maret 2020, namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, Kota Palu, terpidana selalu melarikan diri hingga ke Kecamatan Doda Kabupaten Poso. Namun hari ini, tim Tabur sukses membekuk terpidana di Kota Depok Jawa Barat,” ungkapnya.

Amiruddin, menambahkan bahwa Merry Yasti Tangkepadang, terpidana kasus korupsi dana Kredit Modal Kerja (KMK), di Bank BPD Pasangkayu, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41.000.000.000. Dan berdasarkan putusan MA No : 1556.K/Pidsus/2010 Tanggl 4 Oktober 2011, dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun.

“Denda Rp 200.000.000, subsidiair 3 bulan penjara dan uang pengganti Rp 150.000.000, subsidiair 1 bulan penjara, karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, penangkapan buronan merupakan arah kebijakan dari Jaksa Agung RI, Burhanuddin, dan didelegasikan oleh Kajati Sulbar, Jhony Manurung pada tim Tabur Kejati Sulbar, sebagai bahagian dari penegakan hukum dan HAM, dalam hal menuntaskan semua tunggakan eksekusi perkara pidana, baik pidana khusus, maupun pidana umum.

“Setelah ditangkap, yang bersangkutan dibawa ke Kejari Depok, untuk eksekusi badannya ke Rutan Depok, mengingat kondisi DPO sedang dalam hamil 9 bulan,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *