MAMUJU, editorial9.com — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), mengungkapkan PDRB per kapita Sulbar meningkat hampir 10 kali lipat selama 22 tahun sejak provinsi itu terbentuk, dari sekitar Rp4,45 juta menjadi Rp46,65 juta pada 2025.
Hal itu disampaikan SDK saat memimpin upacara peringatan HUT ke-22 Sulawesi Barat di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (22/9/2026).
SDK mengatakan kenaikan PDRB per kapita tersebut menunjukkan perubahan dalam perekonomian Sulbar selama lebih dari dua dekade. Namun, ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari kenaikan angka statistik.
“Seberapa jauh pembangunan yang telah memperbaiki kehidupan rakyat? Seberapa besar pertumbuhan ekonomi meningkatkan pendapatan petani dan nelayan? Seberapa luas kesempatan yang kita buka bagi generasi muda? Dan seberapa efektif anggaran daerah mengubah masalah menjadi hasil nyata,” ujarnya.
Menurut SDK, pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Indikatornya antara lain peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja hingga penurunan angka kemiskinan.
“Pertumbuhan ekonomi harus mengubah kehidupan rakyat, harus menambah pendapatan, harus membuka lapangan kerja, harus menurunkan kemiskinan dan harus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup layak,” tegasnya.
SDK mengatakan pembangunan Sulbar ke depan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi. Pemerintah harus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat di berbagai sektor.
SDK menyebut pemerintah daerah telah meningkatkan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggaran peningkatan dan rehabilitasi jalan, jembatan serta irigasi, kata SDK, meningkat dari sekitar Rp85,03 miliar pada 2025 menjadi Rp200 miliar pada 2026.
Sementara bantuan untuk sektor pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan mencapai lebih dari Rp34 miliar. Pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana bagi UMKM sekitar Rp10 miliar.
SDK menilai berbagai program tersebut harus bermuara pada peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
“Sulawesi Barat yang kita cita-citakan bukan hanya Sulawesi Barat yang bertumbuh tinggi. Kita ingin Sulawesi Barat yang pertumbuhannya tinggi dan hasilnya dirasakan oleh semua masyarakat,” katanya.
SDK mengatakan capaian ekonomi selama 22 tahun, harus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembangunan Sulbar selanjutnya.
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan setiap kebijakan dan anggaran memiliki tujuan yang jelas, penerima manfaat yang terukur serta dampak yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.(*)






