POLMAN, editorial9.com – Anggota DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jumiati A. Mahmud, menegaskan tidak akan asal menentukan pilihan dalam pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar pengganti almarhum Salim S. Mengga. Meski bukan bagian dari partai politik pengusung pada Pilkada sebelumnya, PKB memastikan tiga kursinya di DPRD Sulbar akan selektif memilih kandidat.
Jumiati mengatakan, Fraksi PKB menginginkan sosok wakil gubernur yang benar-benar memahami persoalan masyarakat dan mampu menerjemahkannya dalam kebijakan pemerintahan.
“Kalau Fraksi PKB, yaitu kita pada dasarnya bagaimana memilih wakil yang betul-betul itu bisa menterjemahkan apa yang terjadi di masyarakat,” ucap Jumiati saat dikonfirmasi di Polewali, Kamis,05/11/26.
Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulbar belum mengeluarkan instruksi terkait arah dukungan dalam pemilihan Cawagub Sulbar.
Menurutnya, Fraksi PKB masih menunggu arahan partai sebelum menentukan sikap terhadap dua kandidat yang akan mengikuti proses pemilihan tersebut.
*Belum ada instruksi (DPP PKB,red). Kemarin DPW PKB Sulbar, red) juga belum. Belum ada instruksi beliau (Kiyia Syibli Sahabuddin, ketua DPW PKB Sulbar,red) sudah meninggalkan kita. Tetapi kami yakin, Bahwa PKB akan memilih yang terbaik,” ungkapnya.
Di sisi lain, tahapan pemilihan Wagub Sulbar PAW mulai memasuki proses pendaftaran kandidat. Jumiaty menyebut dua nama yang akan mengikuti tahapan tersebut, yakni Syamsul Samad dan Fatmawati Salim.
Keduanya dijadwalkan menyerahkan berkas pendaftaran ke DPRD Sulbar pada Jumat (6/11/2026).
“Besok, rencana baru mendaftar dua kandidat. Besok baru penyerahan berkas di DPRD,” tutupnya.
Dengan tiga kursi di DPRD Sulbar, sikap Fraksi PKB menjadi salah satu bagian yang diperhitungkan dalam dinamika pemilihan Wagub Sulbar PAW. Namun, hingga kini PKB belum menentukan dukungan kepada salah satu kandidat.(Mp)






