Gilir Gadis 19 Tahun, 7 Pria di Mamuju Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Ilustrasi

Mamuju – editorial9 – Satuan unit Resmob dan unit PPA Sat Reskrim Polresta Mamuju, meringkus 7 orang pria terduga pelaku pemerkosaan, terhadap seorang gadis berinisial NH yang masih berusia 19 tahun.

Diketahui, ke-7 tersangka yang diringkus berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 23 / I / 2022 / SPKT / RESTA MAMUJU / SULBAR, tanggal 14 Januari 2022 itu,
masing-masing berinisial A(20), D(22), F(21), EB(20), Y(20), FB(16) dan BR(17).

Bacaan Lainnya

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar, kejadian berawal saat para pelaku dan beberapa saksi sedang nongkrong sambil mengkonsumsi Miras di sebuah rumah, di Jalan Kelapa,Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, pada 14 Januari 2021 lalu.

“Kemudian, salah satu pelaku inisial FB, menyampaikan ke rekan-rekannya bahwa dirinya memiliki rekan wanita, yang baru tiba dari Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng,” ucap ucap Kombes Pol Iskandar, melalui press rilisnya, Jumat,21/01/22.

Dari pembicaraan itu, kemudian para pelaku merencanakan untuk menyetubuhi korban secara bersama-sama dan salah seorang pelaku menghubungi korban yang berinisial NH, lalu pelaku berinisial FB pergi menjemput korban.

“Setelah korban tiba di rumah tersebut sekitar pukul 23.00 Wita, korban pun ikut nongkrong dengan para pelaku. Korban yang merasa risih meminta diantar pulang oleh salah satu pelaku, tetapi salah satu pelaku tersebut, menolak dan beralasan kepada korban agar korban tetap disana, karena para pelaku telah merencanakan untuk menyetubuhi korban,” ungkap Kapolres.

Setelah beberapa lama, para pelaku mulai menjalankan rencana mereka meninggalkan korban dengan salah seorang pelaku berinisial A, sehingga di hari Sabtu 15 Januari 2022, sekitar pukul 01.00 Wita pelaku berinisial A tersebut mengajak korban untuk berhubungan intim, tetapi karena korban menolak.

“Akhirnya pelaku berinisial A tersebut, menarik dan mendorong korban ke sebuah kasur yang ada di rumah tersebut. Selanjutnya, pelaku berinisial A mulai memaksa membuka pakaian korban dan menyetubuhi korban secara paksa,” bebernya.

“Pada saat itu, korban sempat berteriak minta tolong dan mencoba untuk pergi, tetapi para pelaku memaksa dengan cara menindih dan mendorong korban, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa saat dipaksa disetubuhi oleh para pelaku,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa
setelah A selesai, kemudian lima orang pelaku lainnya yakni D, BR, EB, F dan Y secara bergantian menyetubuhi korban secara paksa, sehingga mengakibatkan luka robek pada bagian organ vital korban.

“Bahkan dua orang pelaku inisial A dan F, menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Setelah para pelaku selesai menyetubuhi korban, akhirnya korban diantar oleh pelaku inisial F kembali ke rumahnya,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa
1 baju kaos warna cream merk insight, 1 celana training warna hitam merk armour sport, 1 bra warna cream ukuran 38 per 80,1 celana dalam warna hitam, ukuran L merk calni kram,1 seprei warna biru motif bergambar doraemon.

“Kemudian 1 HP merk Nokia 1050 warna hitam,1 HP merk oppo A15 warna putih, 1 HP merk Vivo Y83 warna gold, 1 HP merk vivo Y20 warna biru dan 1 Unit sepeda motor honda scoopy, warna merah lis putih, dengan nomor polisi, DC 2824 AR,” terang Kapolres.

Saat ini kata Kapolres, ke-7 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dimana 2 orang masih status anak, karena berusia 16 tahun dan 17 tahun, sedangkan 5 lainnya sudah dewasa. Pasal yang disangkakan terhadap para pelaku yakni untuk FB selaku otak dan membantu terjadinya pemerkosaan itu, dekenakan pasal 285 dan atau 286 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 dan atau pasal 56 ayat 1 dan 2 KUHPidana.

“Sedangkan untuk 6 tersangka, yang melakukan tindak pidana pemerkosaan disangkakan pasal 285 dan atau 286 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, dengan masing-masing ancaman kurungan, dua belas tahun penjara,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.