MAMUJU, editorial9.com – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Irjen Pol Totok Suharyanto mengajak masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Sulawesi Barat.
Ajakan itu disampaikan Totok saat mengunjungi Pura Agung Sthana Dewata Mamuju melalui program Minggu Kasih, Minggu (25/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk umat Hindu.
Dalam kesempatan itu, Totok menegaskan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi warga.
“Polisi tidak bisa berdiri sendiri. Partisipasi masyarakat adalah mitra terkuat kami. Melalui program Minggu Kasih ini, kami turun langsung ke berbagai tempat ibadah untuk mendengar aspirasi Bapak dan Ibu sekalian, agar apa yang kami terima dapat diwujudkan dalam bentuk pelayanan terbaik,” ujar Totok.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi yang selama ini tumbuh di Sulawesi Barat, yang dikenal dengan sebutan Tanah Malaqbi.
Menurut Totok, keberagaman merupakan anugerah yang perlu dirawat bersama agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan situasi keamanan daerah terjaga.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan masukan maupun persoalan yang dihadapi. Aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui personel kepolisian di lapangan maupun langsung kepada dirinya.
Kunjungan Kapolda Sulbar itu disambut pengurus dan pengelola Pura Agung Sthana Dewata Mamuju serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PHDI Sulbar mengapresiasi kunjungan kepolisian. Ia juga menyampaikan gambaran kehidupan umat Hindu di Sulawesi Barat yang dijalani dengan mengedepankan kerukunan, kesederhanaan, dan kebersamaan.
Program Minggu Kasih merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat. Melalui program ini, kepolisian berupaya mendengarkan aspirasi warga secara langsung sekaligus membangun komunikasi untuk mendukung pemeliharaan kamtibmas.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Barat.(*)






