Kendari – editorial9 – Peristiwa Bentrok mewarnai pelaksanaan Kongres PMII ke XX di wilayah zona VI, di gedung BLKI Kota Kendari, Kamis, 18/03/21. Malam.
Salah seorang panitia pelaksana lokal, Safat, mengatakan bahwa walaupun sempat terjadi kericuhan akan tetapi pihak panitia lokal mampu mengantasi kericuhan tersebut, dengan memukul mundur para oknum pelaku kericuhan itu.
“Sebenarnya itu, mereka (oknum pelaku kericuhan) memaksa untuk masuk ke ruang registrasi peserta, sementara ruang registrasi sudah tertutup,” ucap Safat, saat dikonfirmasi, Jumat, 19/03/21
Selain itu ia menambahkan, melihat ulah para oknum pelaku yang jumlahnya puluhan orang itu, yang dinilai terkesan memaksa, membuat para panitia kongres naik darah, sehingga terjadilah aksi saling lempar batu itu.
“Makanya panitia lokal juga tersinggung, makanya disuruh keluar, tapi tidak mau keluar. Makanya terjadi insiden itu,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa identitas para oknum pelaku kericuhan, saat ini masih diidentifikasi oleh pihak panitia lokal kongres PMII zona VI.
“Cuman ada beberapa orang tak dikenal, yang kira-kira masuk kedalam (arena kongres), beberapa oknum alumni juga, cuma tidak ditahu siapa-siapa namanya, ini baru keterangan anak-anak (kader) saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, pihaknya akan mengambil langkah kongkrit.
“Rencana, kita mau perketat pintu masuk, biar yang betul-betul masuk di arena BLK itu orang-orang yang memiliki id card, sebagai peserta penuh dari panitia lokal atau panitia pusat,” tutupnya. (Ad)






