Pemungutan Suara Pilkades di Polman Berlangsung Dengan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Panitia KPPS, saat memeriksa suhu tubuh warga yang ingin menggunakan hak pilihnya di TPS, saat gelaran Pilkades, Kamis,18/11/21.(Dok : Mp)

Polman – editorial9 – Proses pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 67 Desa se Kabupaten Polewali Mandar, hari ini digelar. Salah satu wilayah yang ikut melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan itu, adalah Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo.

Terkait hal itu, pelaksanaan pemungutan suara di TPS tersebut, dipastikan berlangsung dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid19 yang sangat ketat. Menurut Sekretaris panitia Pilkades tingkat desa, Karmuji, bahwa dalam agenda tersebut, pihaknya sejak awal telah mempersiapkan segala keperluan penting, khususnya yang menyangkut masalah Prokes Covid19.

Bacaan Lainnya

“Selain dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi pemilih, kami juga membekali mereka dengan masker, sarung tangan, sehingga antara pemilih dan panitia tidak bersentuhan langsung,” ucap Karmuji, saat dikonfirmasi usai meninjau langsung proses pemungutan suara di TPS, Kamis, 18/11/21.

Selain menyiapkan masker hingga sarung tangan plastik bagi para pemilih, kata Karmuji, seluruh perlengkapan di TPS seperti kursi hingga meja yang digunakan oleh panitia, setiap saat di semprot menggunakan cairan desinfektan dan disiapkan pula handsanitizer.

“Ini semua bentuk komitmen kami sebagai panitia, agar masyarakat tetap terlindungi dan terhindar dari penularan virus corona di TPS,” katanya.

“Jumlah pemilih pun di masing-masing TPS, juga kita batasi, sehingga di Pilkades kali ini TPS diperbanyak, tujuannya agar tidak terjadi adanya kerumunan warga,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pelaksanaan pemungutan suara di TPS itu, merupakan pengejawantahan dari Permendagri 72 tahun 2020, tentang perubahan Kedua atas Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pilkades. Dimana, dalam aturan tersebut, ditekankan perlunya penyesuaian dengan dinamika sosiologis, akibat bencana non alam, yaitu wabah virus corona.

“Jadi itu, sehingga kami dari panitia pelaksana harus selalu memastikan, bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa ini, harus dengan Prokes yang ketat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap, dengan penerapan Prokes Covid19 yang ketat di TPS tersebut, tidak menimbulkan adanya cluster baru. Dan, seluruh masyarakat yang ikut menyalurkan hak pilihnya sebagai warga negara, tetap dalam kondisi yang sehat.

“Ini yang tentu kami sangat harapkan bersama selaku panitia, agar bagaimana Pilkades serentak selain berjalan aman dan lancar, juga tidak menimbulkan adanya cluster baru,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *