Pilkada di Masa Covid19, Jangan Takut ke TPS Ada 12 Hal Baru Menanti

  • Whatsapp
Simulasi pencoblosan di TPS, oleh KPU Mamuju beberapa waktu lalu.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 –  Tanggal 09 Desember Tahun 2020 mendatang, masyarakat Indonesia kembali akan diperhadapkan pada sebuah suksesi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Sebagaimana diketahui, jumlah daerah yang nantinya akan melaksanakan Pilkada serentak pada 09 Desember 2020 mendatang, tercatat sebanyak 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota.

Bacaan Lainnya

Seiring dengan prosesnya, Pilkada Tahun 2020 ini memiliki perbedaan dengan pesta demokrasi di tahun-tahun sebelumnya, lantaran tahapan pelaksanaanya kali ini berada dalam situasi Pandemi virus Corona (Covid19), yang melanda hampir seluruh penjuru dunia.

Proses pemilihan Pilkada sendiri, sejatinya dilakasanakan di Bulan April Tahun 2020, namun karena menuai pro kontra, lantaran jumlah terkonfirmasi positif Covid19 di Indonesia terus meningkat, sehingganya oleh pemerintah, DPR dan KPU-RI bersepakat untuk melakukan penundaan dan pada Bulan Juli Tahun 2020 lalu, pemerintah kembali melanjutkan tahapan yang sempat tertunda.

Dengan dilanjutkannya tahapan Pilkada tersebut, KPU selaku penyelenggara, telah mengeluarkan PKPU Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam pandemi Covid19.

Hal itu dilakukan,  dalam rangka menjamin tidak adanya cluster baru Covid19 di masyarakat, pada seluruh tahapan pilkada hingga proses pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) termasuk dikalangan penyelenggara itu sendiri.

Dalam penjabaran PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tersebut, kemudian melahirkan beberapa poin hal tehknis terkait pelaksanaan Pilkada, salah satunya adalah adanya 12 hal baru di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

12 hal baru tersebut, yakni dibatasinya jumlah pemilih di tiap TPS, maksimal 500 orang yang sebelumnya 800 orang, kemudian wajib menggunakan masker, termasuk petugas KPPS, saksi dengan pengawas lapangan, jika pemilih hadir di TPS tidak membawa masker, KPPS juga menyediakan itu.

“Kemudian pemilih juga, diwajibkan mencuci tangan, sebelum dan setelah pencoblosan. Didalam melakukan pencoblosan, pemilih itu akan dilengkapi dengan sarung tangan,” ucap Ketua KPU Hamdan Dangkang,” saat acara KPU election night, Senin, 24/11/20.Malam.

Di internal penyelenggara sendiri, KPU Kabupaten Mamuju, menjamin petugas KPPSnya tetap dalam kondisi sehat atau tidak reaktif Covid19, karena sebelum hingga selesai bertugas telah melakukan atau menjalani rapid test.

Selain menjalani rapid tes, para petugas KPPS saat berada di TPS, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti sarung tangan dan masker. Para pemilih pun, dilarang saling berkontak fisik dan tetap menjaga jarak. Untuk penggunaan tinta tidak lagi dicelupkan, karena petugas KPPS sendiri yang akan meneteskan ke jari para wajib pilih yang sudah menggunakan hak pilihnya. Kemudian penyemprotan disinfektan di area TPS, secara berkala oleh petugas KPPS.

“Dan selanjutnya adalah pengaturan jadwal kedatangan pemilih di TPS, kalau di pemilihan – pemilihan sebelumnya itu datang, secara bersamaan, tapi kalau dimasa Covid19 ini, itu akan dijadwal,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *