Potret Data Mutu Sekolah di Sulbar Hasil Visitasi BAN SM

  • Whatsapp
Ketua BAN SM Sulbar, Dr.Amran.HB, saat memaparkan data hasil visitasi sekolah tahun 2021, di Aula LPMP Majene, Sabtu, 04/12/21.(Dok : Mp)

Majene – editorial9 – Sebanyak 22 sekolah di Provinsi Sulawesi Barat di tahun 2021 ini dipastikan belum divisitasi. Diketahui, visitasi ini merupakan kegiatan verifikasi dan klarifikasi isian instrumen akreditasi, data dan informasi pendukung, serta observasi terhadap kondisi objektif sekolah untuk menentukan status, peringkat, dan predikat akreditasi, yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM).

Berdasarkan data rekap sasaran akreditasi tahun 2021 dari BAN SM Sulbar, pada masing-masing jenjang, berjumlah 265 sekolah se Sulbar. dengan rincian MA 17 sasaran divisitasi, divisitasi 17, tidak divisitasi 0. MI 15 sasaran divisitasi, divisitasi 14, tidak divisitasi 1. MTS 17 sasaran divisitasi, divisitasi 16, tidak divisitasi 1. SD 106 sasaran divisitasi, divisitasi97, tidak divisitasi9. SLB 14 sasaran divisitasi, divisitasi 14, tidak divisitasi 0. SMA 11 sasaran divisitasi, divisitasi 11, tidak divisitasi 0. SMK 26 sasaran, divisitasi 23, tidak divisitasi 3. SMP sasran divisitasi 59, divisitasi 51,tidak divisitasi 8.

Bacaan Lainnya

Sekolah dan madrasah yang tidak dapat divisitasi tahun 2021 ini, yakni 1.SD Islam darul hikmah Majene, menggunakan gedung darurat akibat terdampak gempa. 2.SMP Islam darul hikmah Majene, menggunakan gedung darurat akibat terdampak gempa. 3. SD Negeri Tasipa Mamuju, menggunakan gedung darurat akibat terdampak gempa. 4.MTSS Transmigrasi Amirul Mu’minin Marano Mamuju, menggunakan gedung darurat akibat gempa. 5. SDIT Buahati Islamic School 4 Mamuju, belum menamatkan dan belum memiliki kelas akhir. 6. SMPN 4 Tapalang Kabupaten Mamuju, akses jalan yang sulit ditempuh tim asesor.

Serah terima hasil visitasi sekolah tahun 2021, oleh Ketua BAN SM Sulbar, DR.Amran HB, ke Kadis Pendidikan Sulbar, Prof Dr Ir Gufran Darma Dirawan.

7. MIS Nurul Mukminin Kalukku Kabupaten Mamuju, menggunakan gedung darurat akibat gempa. 8.SD Negeri Tapangkang Timur Kabupaten Mamuju, menggunakan gedung darurat akibat gempa.9. SMK Pariwisata Kabupaten Mamuju, karena tutup.10. SMK Al Madani Pasangkayu, karena tutup. 11. SD Negeri Rante Dunia Kabupaten Mamuju, menggunakan gedung darurat akibat terdampak gempa. 12. SMP PGRI Mamuju karena tutup. 13. SMKS Keperawatan Mamuju, karena tutup.

14. SMP Kristen Banuaada Mamuju, karena tutup. 15.SDN Takurangan Mamuju, karena tutup. 16. SMPS Harmala Rantebulahan Mamasa, belum menamatkan dan belum memiliki kelas akhir. 17. SMPN 4 Tandukkalua Mamasa, belum menamatkan dan belum memiliki kelas akhir. 18. UPTD SD Negeri Kecil Sampolotu, Kabupaten Mamuju Tengah, menggunakan gedung darurat. 19.SMP Negeri 6 Buntu Malangka Mamasa, belum menamatkan dan belum memiliki kelas akhir. 20. SDN Kahaleang Mamuju, akses jalan ke sekolah sulit ditempuh asesor. 21.SDN Negeri Kecil Pulau Popoongan Mamuju, berada di daerah pulau, sehingga memerlukan biaya besar. 22. SMPN 2 Balak-balakang Mamuju, berada di daerah pulau, sehingga memerlukan biaya besar.

Serah terima hasil visitasi sekolah tahun 2021, oleh Ketua BAN SM Sulbar, DR.Amran HB, ke salah satu Kadis pendidikan Kabupaten.

Secara umum, untuk rekapitulasi hasil akreditasi tahun 2021 di Sulbar, berdasarkan satuan pendidikan yakni dari 97 SD, 14 mendapat nilai akreditasi A, 5 akreditasi B, 55 akreditasi C, 23 tidak terakreditasi. 14 MI, 4 akreditasi A, 0 akreditasi B, 9 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 51 SMP, 1 akreditasi A, 5 akreditasi B, 37 akreditasi C, 8 tidak terakreditasi. 16 MTS, 1 akreditasi A, 8 akreditasi B, 6 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 11 SMA, 0 akreditasi A, 2 akreditasi B, 8 akreditasi C, 1 tida terakreditasi. 17 MA, 3 akreditasi A, 0 akreditasi B, 14 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 23 SMK, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 19 akreditasi C, 4 tidak terakreditasi. 14 SLB, 0 akreditasi A, 1 akreditasi B, 11 akreditasi C, 2 tidak terakreditasi. Jumlah secara menyeluruh yakni 243 sekolah, dengan masing-masing 23 akreditasi A, 21 akreditasi B, 159 akreditasi C dan 40 tidak terakreditasi.

Untuk rekapitulasi hasil akreditasi per kabupaten, yaitu 1. Kabupaten Mamuju, 8 sekolah yang mendapat nilai akreditasi A, 6 akreditasi B,36 akreditasi C, tidak terakrediatasi 22. Adapun rincian masing-masing tingkatan yakni 5 MA 1 yang terakrediasi A, terakreditasi B 0, terakrediatasi C 4, tidak terkareditasi 0. 3 MI, 2 yang terakrediasi A, 0 terakreditasi B, 1 terakrediatasi C. 0 tidak terakreditasi. 4 MTS, 0 yang mendapat akreditasi A, 1 akreditasi B, 2 akreditasi C, tidak terakreditasi 1. 33 SD, 5 yang terakreditasi A, 1 akreditasi B, 12 akreditasi C, 15 tidak terakreditasi. 3 SLB, 0 yang terakrediasi A, 0 akreditasi B, 2 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 4 SMA, 0 yang terakrediasi A, 1 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 4 SMK, 0 yang terakreditasi A, 0 akreditasi B, 4 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 16 SMP, 0 akreditasi A, 3 akreditasi B, 8 akreditasi C, 5 tidak terakreditasi.

2. Kabupaten Majene, 26 sekolah, 3 mendapat akreditasi A, 4 akreditasi B, 18 akrediatasi C dan 1 tidak terakreditasi. Adapun rinciannya dari masing-masing tingkatan yakni, 4 MA, 1 yang terakrediasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 4 MTS, 1 yang terakrediasi A, 2 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 5 SD, 1 yang terakrediasi A, 1 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 4 SLB, 0 yang terakreditasi A, 1 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 1 SMK, 0 yang terakreditasi A, 0 yang terakreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 8 SMP, 0 yang terakreditasi A, 0 yang terakreditasi B, 7 yang terakreditasi C, 1 tidak terakreditasi.

3. Kabupaten Polman 31 sekolah 2 mendapat akreditasi A, 4 akreditasi B, 20 akrediatasi C dan 1 tidak terakreditasi. Adapun rinciannya dari masing-masing tingkatan yakni, 2 MA, 1 akreditasi A, 0 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 5 MI, 2 akreditasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 5 MTS, 0 akreditasi A, 3 akreditasi B, 2 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 10 SD, 3 akreditasi A, 1 akreditasi B, 6 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 1 SLB, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 1 SMK, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 0 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 7 SMP, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 7 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi.

4. Kabupaten Mamasa, dari 70 sekolah, 0 akreditasi A, 2 akreditasi B, 53 akreditasi C, 15 tidak terakreditasi. Adapun rincian per tingkatan yakni, 3 MA, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 2 MI, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 31 SD, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 23 akreditasi C, 8 tidak terakreditasi. 2 SLB 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 2 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 7 SMA, 0 akreditasi A, 1 akreditasi B, 5 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 14 SMK, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 11 akreditasi C, 3 tidak terakreditasi. 11 SMP, 0 akreditasi A, 1 akreditasi B, 8 akreditasi C, 2 tidak terakreditasi.

5. Kabupaten Mamuju Tengah, 17 sekolah, 2 akreditasi A, 2 akreditasi B, 12 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. Adapun rincian per tingkatan yakni, 1 MTS, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 8 SD, 2 akreditasi A, 1 akreditasi B, 5 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 3 SLB, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 2 akreditasi C, 1 tidak terakreditasi. 3 SMK, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 2 SMP, 0 akreditasi A, 1 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi.

6. Kabupaten Pasangkayu. dari 27 sekolah, 4 akreditasi A, 3 akreditasi B, 20 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. Adapun rincian per tingkatan yaitu, 3 MA, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 3 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 4 MI, MA, 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 4 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 2 MTS, 0 akreditasi A,2 akreditasi B, 0 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 10 SD, 3 akreditasi A, 1 akreditasi B, 6 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 1 SLB, , 0 akreditasi A, 0 akreditasi B, 1 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi. 7 SMP, 1 akreditasi A, 0 akreditasi B, 6 akreditasi C, 0 tidak terakreditasi.

Adapun rekomendasi BAN SM Sulbar atas sekolah dan madrasah yang tidak terakreditasi yakni SD Negeri Mollo, SD Negeri Bosokan, SD Negeri Salumayang di Mamuju, untuk sekiranya dibina. SMPS YAPIZ Mamuju, diminta untuk di tutup, lantaran jumlah siswa hanya 28 dan 2 Rombel serta terdapat sekolah yang berdekatan. Sementara untuk SD Negeri Pattung, SMPN 4 Tapalang Barat, SD Negeri Dayaginna, SDN Tabelo, MTS Babul Jannah Katapi, SD Negeri Salupea, SD Negeri Karondang, SD Negeri Baitang, SD Negeri Malauwa, SDN Kaluku-luku, SMPN 6 Tommo, SDN Batupannu, SMP Negeri 6 Kalumpang, SD Negeri Bualombang, SMPN 4 Kalumpang, SDN Kalabuan, SLB ABCD Dharmawanita dan SDN Tobanga, yang seluruhnya berada di Kabupaten Mamuju agar dibina.

Untuk SMKS 02 Rahmat Tomakaka Polman, SMP Negeri 9 SATAP Sendana Kabupaten Majene, SLB Benteng Mamuju Tengah, juga diminta untuk dibina. Sementara untuk SD Negeri 011 Mambi Kabupaten Mamasa, diminta agar dimerger, karena jumlah siswa dalam satu Rombel tidak memenuhi syarat minimal dan terdapat sekolah lain yang jaraknya 1,35 Km. SDK Kanan Mamasa, SDK 010 Tinua Tondon Talodo Mamasa, SMP Swasta Kifrah Bangsa Mamasa, SDN 11 Pamoseang, Mamasa, agar dibina. SMK Tory Jene Pongka Padang Mamasa agar ditutup, jumlah siswa sangat kurang. Kemudian MIS Simbaho, SD Salubiru, SMA SESRI Malabo, SMP Negeri 3 Balla, SMK Negeri 1 Buntu Malangka, SDN 020 Saloan, SD Negeri 010 Bulo dan SMKS Bambang, yang keseluruhan berada di Kabupaten Mamasa, diminta untuk dibina.

Secara ideal, rekomedasi yang dikeluarkan oleh BAN SM itu ditindak lanjuti oleh para pemangku kepentingan, dalam hal ini Dinas dan Kemenag di tiap-tiap kabupaten, lantaran tujuannya adalah agar dapat melahirkan satuan pendidikan yang bermutu dan menjaga mutu satuan pendidikan di daerahnya.

“Karena satu-satunya lembaga di Indonesia yang diberi hak prergatif melakukan penilaian terhadap suatu sekolah, adalah BAN SM, tidak ada lembaga lain,” ucap Ketua BAN SM Sulbar, Dr.Amran.HB, saat dikonfirmasi, usai Rakorda dan publikasi hasil akreditasi tahun 2021 BAN SM, di Majene, 04/12/21.

Secara kelembagaan, BAN SM tidak memiliki kewenangan untuk mengesekusi langsung sekolah-sekolah yang telah dipotret, sehingga harus disampaikan kembali kepada masing-masing pemilik, yaitu Dinas pendidikan dan Kementerian agama.

“Rekomendasinya begitu, ini loh sekolah yang harus dibenahi, diperbaiki, atau pun ditutup. Jika tidak ditutup, negara bisa merugi lantaran dibiayai terus. Dana BOS disuplai terus namun tidak berpengaruh atau tidak memberikan hal-hal yang positif bagi masyarakat di sekitar,” tutupnya.

Untuk diketahui, hadir dalam agenda Rakorda dan publikasi hasil akreditasi tahun 2021 oleh BAN SM Sulbar yang berlangsung dari 4-5 Desember 2021 itu, yakni Kadis pendidikan Sulbar Prof Dr Ir Gufran Darma Dirawan, serta para Kadis dan Kemenang Kabupaten se Sulbar. (Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.