Yudisium FAI Unasman, Rektor Singgung Ancaman Polarisasi Masyarakat

Keterangan Foto: Suasana yudisium 26 mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) yang dirangkaikan dengan dialog kebangsaan di Aula Gedung FAI Unasman, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 26 mahasiswa dari Jurusan Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam mengikuti prosesi yudisium. (Dok. editorial9.com)

POLMAN, editorial9.com – Sebanyak 26 mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) mengikuti yudisium yang dirangkaikan dengan dialog kebangsaan di Aula Gedung FAI Unasman, Sabtu (22/8/2026).

Puluhan mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa dari dua jurusan, yakni Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut, dihadiri Direktur Pesantren Kemenag RI Basnang Said, Plt Kepala Kemenag Polman Haris Nawawi, serta Rektor Unasman Muhammad Masyat, serta para dosen Kampus Unasman.

Dalam sambutannya, Muhammad Masyat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan proses yudisium.

“Atas nama pimpinan tertinggi saya ucapkan selamat kepada mahasiswa, yang sudah yudisium. Kalian telah berhasil melalui tahap yang paling penting dalam perjalanan akademik,” ucap Masyat dalam sambutannya.

Menurutnya, yudisium menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa sebelum melanjutkan langkah berikutnya, baik dalam dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selain memberikan ucapan selamat, Massyat juga menjelaskan tentang paham Ahlul Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja), yang menjadi ideologi kampus Unasman.

Ia mengatakan, tradisi Ahlul Sunnah Wal Jama’ah mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menyikapi perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

“Jadi tradisi Ahlu Sunnah Wal Jama’ah itu, mengajarkan kita tenang keseimbangan, antara teks dan akal, antara keyakinan dan penghormatan terhadap perbedaan,” jelasnya.

Masyat kemudian mengingatkan para lulusan Fakultas Agama Islam, agar dapat mengambil peran dalam menjaga keseimbangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kemampuan memahami perbedaan menjadi semakin penting di tengah kondisi masyarakat yang mudah terpolarisasi oleh berbagai kepentingan dan informasi.

“Jadi hari ini banyak masyarakat kita yang begitu gampang dipolarisasi, kalian menjadi lulusan fakultas agama Islam, ini penting sekali. Inilah tugas kalian kedepannya untuk bagaimana mengatur keseimbangan yang ada di masyarakat kita hari ini,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan FAI Unasman, tidak hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan secara bijak dalam kehidupan bermasyarakat.

Dialog kebangsaan yang dirangkaikan dengan kegiatan yudisium tersebut, diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Dengan berakhirnya proses yudisium, sebanyak 26 mahasiswa dari Jurusan Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam tersebut, diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unasman dalam kehidupan bermasyarakat.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *