AMSI Desak Kepolisian Beberkan Perkembangan Kasus Kematian Demas

  • Whatsapp
Almarhum Demas Laira.(Foto : Istimewa)

Mateng – editorial9 – Genap satu bulan terbunuhnya jurnalis Sulawesion.com, Demas Laira (28), hingga kini kerja polisi belum menunjukkan progres bisa mengungkap motif dan pelakunya.

Padahal, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Budi Sampurno, pernah mengatakan, akan segera mengeskspose hasil penyelidikan polisi.

Bacaan Lainnya

Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Demas Laira dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), meminta kepolisian memberikan penjelasan kepublik terkait proses penyidikan kasus Demas Laira.

“Kami, mendesak kepolisian untuk menyampaikan perkembangan penyidikan yang dilakukan atas terbunuhnya Demas Laira. Kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan. Padahal kita menunggu kerja nyata kepolisian atas masalah ini,” ucap Anhar, Minggu, 20/09/20.

“TPF mendesak Polres Mamuju Tengah dan Polda Sulawesi Barat, tidak membiarkan kasus Demas Laira, berlarut-larut dan dapat memberikan informasi perkembangan pengusutannya,” sambungnya.

Lanjut kata Anhar, kasus ini telah menjadi perhatian nasional bahkan internasional, dan semua menunggu perkembangan pengusutannya.

“Ini, akan menjadi catatan publik atas kerja kepolisian, untuk bisa mengungkap motif dan pelakunya,” katanya.

Hal yang sama dipertanyakan Supardi Bado, Pemimpin Redaksi Sulawesion.com. Menurutnya, hingga saat ini belum ada progres atas kasus pembunuhan tersebut, padahal sudah satu bulan lebih satu hari demas terbunuh.

“Kami selaku pimpinan media Demas bekerja mempertanyakan kinerja aparat kepolisian. Kok hingga saat ini, tidak ada perkembangan apa-apa. Pihak Polres dan Polda terkesan diam, ketika dikonfirmasi. telepon dan pesan Whatsapp tidak ditanggapi, ini ada apa?,” beber Supardi.

Satu pekan pasca kejadian tersebut, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy mengatakan, barang bukti berupa sepatu dan CCTW telah dikirim ke Laboratorim Forensik Makassar.

“Tapi, sampai saat ini tidak ada kabar seperti apa hasilnya,” tutur AKBP, Muhammad Zakiy.(ANH/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.