MAMUJU, editorial9.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat, Nur Salim Ismail, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam arus kebencian di media sosial. Ia mendorong pemuda memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan pesan perdamaian dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pesan tersebut disampaikan Nur Salim dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Menurutnya, ruang digital saat ini menghadapi tantangan serius akibat kegaduhan informasi yang dapat berkembang menjadi narasi kebencian. Kondisi itu dikhawatirkan memengaruhi cara berpikir generasi muda dalam menyikapi perbedaan.
“Sebab hari ini, aktivitas digital kita semakin tergiring pada kegaduhan. Bahkan berujung pada narasi kebencian. Nah, tentu ini tidak elok ketika telah menjadi algoritma berpikir generasi muda,” kata Nur Salim Ismail, Rabu,28/10/26.
Ia menilai, generasi muda memiliki posisi strategis untuk mengubah situasi tersebut. Dengan jumlah pengguna dan aktivitas yang tinggi di ruang digital, pemuda dinilai mampu menjadi penggerak penyebaran informasi yang menyejukkan sekaligus memperkuat toleransi.
“Gerakan masif untuk menyerukan pesan kerukunan lewat kekuatan digital dipandang sangat efektif di era masa kini. Kita tentu berharap perhatian khusus generasi muda untuk menjadi bagian dari penggerak kerukunan,” ujarnya.
Nur Salim menjelaskan, nilai patriotik, gigih, dan berempati dalam tema Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Patriotik berarti mencintai tanah air dan menjaga kebangsaan. Gigih mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan, termasuk meningkatkan literasi digital. Sementara berempati berarti menumbuhkan kepedulian serta menghargai sesama tanpa merasa paling benar atau mendominasi.
Dalam masyarakat majemuk seperti Sulawesi Barat, ia menilai keterlibatan pemuda sangat penting untuk menjaga hubungan harmonis antarkelompok masyarakat. Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk memperluas dialog, bukan memperuncing perbedaan.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, FKUB Sulbar berharap generasi muda tidak hanya menjadi penjaga persatuan di kehidupan sehari-hari, tetapi juga tampil sebagai pelopor perdamaian di dunia digital.
“Kita tentu tidak cukup hanya menautkan harapan agar bangsa ini tetap rukun dan damai. Tapi Generasi Muda punya ruang strategis untuk menjadi jembatan kerukunan di ruang digital,” pungkasnya.(*)






