Ketua Bawaslu RI Hadiri Tadarus Pengawasan Pemilu di Sulbar

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu RI, Abhan, saat membawaka. tadarus pengawasan Pemilu. (Dok : Mp)

Mamuju – editorial9 – Ketua Bawaslu RI, Abhan, menghadiri pelaksanaan tadarus pengawasan Pemilu, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dengan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, di salah satu hotel di Mamuju, Selasa, 03/05/21.

Dalam kesempatan itu, Abhan, mengakui bahwa pelaksanaan Pilkada serentak di Tahun 2020 masih terdapat beberapa kekurangan, karena masih didapati adanya pelanggaran, seperti money politik atau politik uang.

Bacaan Lainnya

“Itu tidak bisa dipungkiri masih ada. Dan itu menjadi tanggung jawab kita, untuk bagaimana Pilkada ataupun Pemilu kedepan, harus bisa menekan terjadinya politik uang,” ucap Abhan dalam sambutannya.

Selain menjadi catatan Bawaslu sendiri, kata Abhan, praktik money politik di setiap perhelatan Pilkada maupun Pemilu, sangat mencederai proses demokratisasi di Indonesia.

“Mau tidak mau, ini menjadi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa selain merusak proses demokrasi, Politik uang juga merupakan cikal bakal lahirnya praktik-praktik korupsi dalam pemerintahan.

“Korupsi ada, karena diawali dengan proses atau praktek money politik, atau politik yang transaksional,”ungkapnya.

“Kalau kita ingin Indonesia ini bebas dari korupsi dan nepotisme, maka harus diawali dari proses politik yang berintegritas, proses politik yang tanpa transaksional. Itu kuncinya,” sambungnya

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa, untuk menekan terjadinya praktik money politik, sepenuhnya bukan tanggung jawab dari penyelenggaraa Pemilu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kita lihat kemarin di Pemilu 2019, banyak terpanjang ucapan – ucapan atau simbol-simbol, spanduk – spanduk bahwa misalnya di suatu daerah tertentu, disini menunggu serangan fajar, itulah yang saya kira pekerjaan kita,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *