Puluhan Tahun Dinanti, Jembatan Kunyi Hampir Rampung

Tim Dalwas Mabesad saat meninjau pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Polman. Dok. Zik

POLMAN, editorial9.com – Jembatan Perintis Garuda di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, yang telah diimpikan warga selama puluhan tahun kini hampir rampung. Progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen berdasarkan hasil peninjauan Tim Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad).

Tim Dalwas yang dipimpin Brigjen TNI Bayu Tirtianto meninjau langsung kondisi fisik jembatan untuk memastikan kualitas konstruksi dan kesesuaian pekerjaan dengan ketentuan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Dalam peninjauan tersebut, Brigjen Bayu menilai hasil pengerjaan jembatan di Desa Kunyi menunjukkan kualitas yang baik. Meski demikian, ia mengingatkan agar pekerjaan yang tersisa tetap memperhatikan spesifikasi teknis.

“Dari konstruksi yang sudah mencapai 80 persen ini, secara pengerjaan sangat bagus dan layak. Saya juga mengapresiasi Dandim 1402/Polman beserta tim yang sudah mengerjakan,” ujar Brigjen Bayu.

Ia mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI AD untuk menghadirkan akses penghubung bagi masyarakat di wilayah yang membutuhkan infrastruktur.

Brigjen Bayu juga berpesan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar menjaga serta memelihara jembatan setelah selesai dibangun dan dapat digunakan.

“Jembatan ini merupakan impian masyarakat sejak puluhan tahun. Karena itu, setelah dibangun, harus dijaga dan dipelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Sementara itu, Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, peninjauan Tim Dalwas merupakan bagian dari pengawasan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah teritorial Kodim 1402/Polman.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperhatikan kualitas konstruksi, kelayakan, dan keamanan jembatan sebelum digunakan masyarakat.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan pembangunan jembatan telah dilaksanakan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan kepastian mengenai kelayakan dan keamanan jembatan sebelum digunakan masyarakat,” kata Letkol Ikhwan.

Tim Dalwas juga mengevaluasi sejumlah aspek pembangunan, termasuk material yang digunakan dan hasil pekerjaan fisik di lapangan. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan konstruksi memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.

Selain di Desa Kunyi, peninjauan pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga dilakukan di Desa Tubbi, Sambalibali, Pussui, dan Tenggelang.

Kepala Desa Kunyi, Anri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada TNI. Jembatan yang sudah diimpikan masyarakat sejak puluhan tahun lalu kini mulai berdiri kokoh. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Anri.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan mempermudah akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Setelah seluruh pekerjaan rampung dan dinyatakan layak digunakan, jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.(Zik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *