332 Polisi Disebar, Kapolda Sulbar Perkuat Enam Polres

MAMUJU, editorial9.com – Sebanyak 332 personel pilihan didistribusikan Polda Sulawesi Barat untuk memperkuat enam Polres di wilayah tersebut. Kebijakan Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan operasional kepolisian sekaligus memperluas jangkauan pelayanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Enam Polres yang mendapat tambahan personel tersebut meliputi Polres Mamuju, Polres Majene, Polres Polewali Mandar, Polres Mamasa, Polres Pasangkayu, dan Polres Mamuju Tengah.

Bacaan Lainnya

Penguatan personel ini menjadi bagian dari program Polres Kuat dan Polsek Tangguh yang didorong Kapolda Sulbar untuk memperkuat lini terdepan pelayanan kepolisian.

Penambahan personel tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan jajaran dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mempercepat respons terhadap persoalan warga, serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menyampaikan, penguatan jajaran kewilayahan merupakan salah satu langkah untuk mempercepat pelaksanaan Program Quick Wins Presisi Kapolri.

Selain memperkuat jumlah personel, Polda Sulbar juga melakukan pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pembinaan diarahkan pada peningkatan profesionalisme, integritas, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Biro SDM Polda Sulbar mendorong transparansi dalam proses rekrutmen dan pendidikan pengembangan umum. Peningkatan indeks profesionalisme juga dilakukan melalui pelatihan fungsi teknis kepolisian serta evaluasi kemampuan jasmani dan psikologi personel.

Penataan karier berbasis merit system turut menjadi perhatian. Melalui mekanisme tersebut, pengembangan karier anggota diarahkan berdasarkan kompetensi, prestasi, dan integritas.

Di sisi lain, pengawasan internal dan pembentukan budaya hidup sederhana terus didorong untuk meminimalisir pelanggaran di lingkungan kepolisian.

Pembinaan karakter juga dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). Program ini melibatkan seluruh personel sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Khusus personel Muslim, Polda Sulbar menerapkan kebijakan agar anggota meninggalkan pekerjaan sejenak ketika azan Dzuhur berkumandang untuk melaksanakan salat berjamaah sebelum kembali bertugas.

Sementara itu, personel Nasrani dan pemeluk agama lainnya mengikuti pembinaan rohani di rumah ibadah masing-masing.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian menegaskan, pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian dari upaya membentuk personel yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Penguatan SDM Polri harus dimulai dari pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika akhlak diperkuat, maka pelayanan akan semakin humanis dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh,” tegasnya.

Melalui kombinasi penguatan personel di wilayah, pembenahan manajemen SDM, dan pembinaan karakter, Polda Sulbar menargetkan pelayanan kepolisian semakin optimal. Tantangannya adalah memastikan penambahan kekuatan tersebut benar-benar berdampak pada kecepatan respons dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat di enam kabupaten.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *