POLMAN, editorial9.com – TNI mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapango, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Percepatan dilakukan untuk mengejar tahapan konstruksi sebelum intensitas hujan semakin meningkat.
Memasuki hari ketujuh pengerjaan, Sabtu (7/11/2026), pembangunan jembatan tersebut mulai memasuki tahap perakitan besi untuk pondasi blok angkur.
Sejumlah tahapan konstruksi, terutama pengerjaan blok angkur dan tiang pylon, menjadi perhatian karena membutuhkan waktu pengeringan sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, seluruh proses pengerjaan dimaksimalkan agar tahapan awal pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Pengerjaan kita maksimalkan mengingat saat ini sudah mulai turun hujan. Proses pengerjaan blok angkur dan tiang pylon juga membutuhkan waktu pengeringan, sehingga tahapan awal ini kita percepat,” kata Ikhwan.
Selain memaksimalkan pekerjaan konstruksi, TNI juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Warga Desa Tapango antusias bergotong royong bersama personel TNI untuk mempercepat pembangunan jembatan tersebut.
Ikhwan mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut mengambil bagian dalam pembangunan akses penghubung yang telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, masyarakat Tapango begitu antusias bersama personel TNI mengerjakan akses yang sudah lama dinantikan. Ini merupakan harapan masyarakat setelah jembatan sebelumnya hanyut diterjang banjir sekitar enam tahun lalu,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Tapango dan Desa Tapango Barat. Pasalnya, akses penghubung kedua wilayah tersebut terputus setelah jembatan sebelumnya hanyut diterjang banjir pada Januari 2021.
Kehadiran jembatan baru nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, menunjang aktivitas perekonomian, serta memudahkan warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat konektivitas wilayah, khususnya di kawasan pedesaan.
Dengan percepatan pengerjaan dan dukungan gotong royong masyarakat, pembangunan jembatan tersebut diharapkan berjalan lancar hingga selesai dan segera dapat dimanfaatkan warga.(Zik)






