Maenunis : Klaim 60 % Habsi Ciderai Kajian Akademik Survey

  • Whatsapp

Mamuju – editorial9 – Pertanyaan bakal calon Bupati petahana, Habsi Wahid, yang mengakui jika tingkat elektabilitasnya mencapai angka 60 %, meninggalkan bakal calon penantangnya, Suntinah Suhardi, yang hanya 16 %, saat gelaran apel akbar relawan Habsi – Irwan, mendapat respon dari direktur logos politica, Maenunis Amin.

Maenunis Amin, menilai bahwa bakal calon Bupati petahana, Habsi Wahid, telah melakukan pengaburan hasil survey lembaga yang digunakannya.

Bacaan Lainnya

“Baik dalam survey JSI ataupun Poltracking per Desember 2019 lalu, Habsi – Irwan tidak pernah menyentuh angka 60%. Kalau survey JUE, kami tidak kenal lembaga apa dan dari mana itu. Habsi terindikasi melakukan misleading information yang menciderai kajian akademik survey,” ucap melalui press rilisnya, Selasa, 25/02/20.

Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa dalam survey JSI, elektabilitas Habsi Wahid pada simulasi 8 Pasangan Calon (Paslon) hanya berada di angka 49%.

“Sedangkan jika head to head, JSI mencatat Sutinah di angka 41,6%. Silahkan lihat lembar 7, 10 dan 56 dari hasil survey JSI yang Habsi – Irwan pegang,” jelasnya.

Juru bicara Suntinah Suhardi itu, juga membeberkan, bahwa hasil survey Poltracking bahkan menunjukkan tren elektabilitas petahana, cenderung lebih stagnan.

“Survey Poltracking malah menunjukkan pergerakan stagnan elektabilitas petahana. Pada simulasi 10, 6 dan 4 calon, Habsi hanya bergerak di angka 21,9%, 23,5% dan 25,5%. Jadi, tidak ada itu 60% seperti yang diklaim di apel akbar kemarin,” bebernya.

Maenunis jugalah memberikan komparasi antara hasil survey JSI dan Poltracking dengan hasil survey Indopoll, yang menurutnya menjelaskan tren pergerakan stagnan Habsi – Irwan.

“Hasil survey Indopol, juga menggambarkan pergerakan petahana yang stagnan. Pada posisi top of mind, Habsi hanya diangka 28,6%. Sedangkan pada simulasi 5, 3 dan head to head, Habsi hanya diangka 36,6%, 36,8% dan 37,7%. Jadi sekali lagi kita tegaskan bahwa klaim 60% petahana itu tidak berdasar survey,” tutupnya.(*/FM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.